SIAPA PEMBELA SEJATI?

Dikisahkan si fulan mempunyai tiga orang saudara.Perlakuannya terhadap ketiga saudaranya berbeda-beda.

Adapun perlakuannya kepada si A, Fulan sangatlah baik, semua Ia berikan untuk si A. Sedangkan kepada si B, dia perlakukan biasa-biasa saja, sementara kepada si C, Fulan hanya bisa memberikan seadanya bahkan sisa dari A dan B.

Pada suatu hari datanglah surat dari pengadilan yang isinya pemanggilan untuk hadir di pengadilan karena sesuatu hal. Si Fulan merasa kebingungan akan hal itu bercampur perasaan takut yang teramat sangat.

Akhirnya dia teringat pada si A, ?Ah…aku minta tolong saja si A untuk membantu mengantarku ke pengadilan.. pasti dia mau?, kata si Fulan dengan percaya dirinya karena selama ini dia merasa selalu memberikan apapun untuk si A. Ternyata di luar dugaannya si A tidak bisa mengantarnya dengan alasan sibuk!!!

Si Fulan kembali bingung..sampai akhirnya Ia teringat kepada si B, dikatakanlah maksudnya itu, ternyata si B mau mengantar si Fulan tapi hanya sampai di gerbang saja!! ?Ya…percuma!? fikir si Fulan nganter sampai gerbang…?Nanti di dalam siapa dong yang membantu menjawab pertanyaan?pertanyaan hakim.?

Untuk yang kesekian kalinya si Fulan kembali bingung, bagaimana menghadapi panggilan pengadilan, lalu tring!!…si Fulan teringat kepada si C, tapi dia merasa sungkan karena selama ini dia memperlakukan si C apa adanya tidak seperti perlakuaannya terhadap si A atau B.
Si fulan berfikir si A dan si B saja tidak bisa membantu dia, apalagi si C yang selama ini tidak diperlakukan istimewa olehnya. Tapi apalah daya disampaikanlah maksudnya itu kepada si C, di luar dugaannya si C ternyata bersedia untuk mengantarnya bahkan bersedia membela kalau terjadi apa-apa di pengadilan.

Akhirnya Si Fulan sadar bahwa ternyata yang benar-benar membelanya adalah si C, dia merasa menyesal kenapa dahulu dia tidak memberikan waktu harta dan tenaganya itu kepada si C karena ternyata yang benar-benar membelanya adalah si C.

Kisah diatas adalah perumpamaan, harta, pangkat diumpamakan sebagai si A, manusia cenderung melakukan apapun untuknya padahal semuanya tidak akan bisa ikut menyertai kita manakala pengadilan agung itu tiba.

Anak, istri, keluarga tercinta diumpamakan sebagai si B. Dimana mereka pun sama tidak bisa menyertai kita saat pengadilan di akhirat nanti, mereka cuma bisa mengantarkan sampai gerbang saja yakni kuburan.

Sedangkan Amal Shalih diumpamakan sebagai si C, dialah yang akan menyertai kita dan membela kita di hadapan Allah pada saat pengadilan agung itu tiba. Namun manusia kadang lupa, mereka hanya memberikan waktu, harta, tenaga untuk bekal mereka adalah sisa, seadanya.

Terakhir saya kutip ayat Al-Qur-an dalam surat Al-Kahfi ayat 46 yang artinya: ?Harta dan Anak adalah hiasan kehidupan Dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih itu adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan?. Wallahu ?A?lam bis Showab#

(Tika Susanti)

Tags :
Konfirmasi Donasi