SISWA JUARA ANTUSIAS PRESENTASIKAN LAPORAN TUGAS INI

siswa-juara-antusias-presentasikan-laporan-tugas-iniJAKARTA. (19/10) Gagap gempita mewarnai keceriaan murid kelas V (Imam At-Turmudzi) SD Juara Jakarta Timur saat guru bahasa Indonesia memasuki kelas, ternyata mereka sudah tidak sabar untuk mempresentasikan laporan hasil wawancara mereka terhadap pedagang pasar Pulojahe. Meskipun demikian, diantaranya terlihat pula ada yang tampak gugup sebab sebentar lagi mereka akan maju tampil di depan teman-temannya.

“Kegiatan wawancara ini memang menguji kepercayaan diri mereka mulai dari wawancara, pengolahan data, hingga mempresentasikan hasil wawancara mereka,” ujar guru bahasa Indonesia tersebut.

Presentasi ini melibatkan beberapa kelompok. Kelompok pertama yang maju adalah kelompok Pedagang Pisang yang dibawakan oleh Fauzan sebagai moderator, Hilmy dan Reza sebagai narasumber, dan Ikhsan sebagai notulen. Meski masih SD, pembelajaran mereka sudsah seperti orang kuliahan. Meski sang moderator, Fauzan terlihat tegang memimpin jalannya presentasi tersebut, ia berhasil membuat kelompok lain tertarik untuk bertanya atau memberikan pendapat. Sementara Hilmy yang suaranya pelan, lama kelamaan percaya diri menampilkan suara yang jelas dan lantang, bahkan ia mampu menjawab pertanyaan kelompok lain.

“Presentasi ini tidak sekadar melaporkan hasil wawancara saja, namun juga menyampaikan gagasan atau pendapat tentang permasalahan pasar tradisional kini, yaitu mengapa pasar tradisional tetap harus bertahan di tengah zaman modern saat ini? Meski sudah tergerus oleh merambaknya pasar modern (mall),” ujar guru bahasa Indonesia lagi.

Ada pertanyaan yang unik dari peserta kelompok lain antara lain, “Mengapa pedagang pisang mencari pisang dari Lampung?” tanya Sella. “Mengapa di pasar modern tidak ada sistem tawar-menawar?” tanya Cece.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan mantap oleh kelompok Fauzan, mereka menjawab pertanyaan Sella, “Karena pedagang pisang tesebut menjual pisang Lampung,” dan pertanyaan Cece dijawab, “karena di pasar modern sudah ada diskon, barangnya terjamin/berkualitas, dan ada pajak sehingga kalau ada tawar-menawar mereka akan rugi.”

Kelompok selanjutnya yang maju adalah kelompok Zulfi. Mereka juga tak kalah percaya diri. Zulfi sebagai moderator menggiring anggota kelompoknya untuk terlibat aktif. Sayang sekali, bel istirahat berdering pada saat Renaldi sebagai narasumber menjelaskan hasil wawancara dan peserta kelompok lain mencatat pokok-pokok penting dari apa yang disampaikan Renaldi. Pembelajaran pun dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya.
Newsroom/Arif Rahman
Jakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi