STRESS DAN SARIAWAN

Oleh: dr. Hilmi Sulaiman Rathomi

Assalamualaikum Wr Wb,

Dokter apa benar sariawan itu karena kekurangan vitamin C? Sebab yang saya rasakan kalau mulai banyak pekerjaan dan mulai stress sariawan suka bermunculan.

Rani, Jakarta Timur

Jawaban:
Waalaikumsalam Wr Wb,
Terimakasih Rani atas pertanyaannya. Sariawan merupakan salah satu gangguan kesehatan mulut yang dialami hampir oleh semua orang.

Dalam dunia medis, sariawan dikenal dengan istilah stomatitis (stoma: mulut, -itis: radang). Sariawan adalah peradangan yang terjadi pada lapisan dalam mulut yang bernama mukosa, dan seringkali berbentuk seperti luka berwarna putih kekuningan. Peradangan yang terjadi pada luka sariawan sangat sensitif terhadap pergerakan mulut dan rangsangan dari luar, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan menyebabkan kita sulit untuk berbicara atau makan.

Sebenarnya, mulut kita mengandung mikroorganisme, yang pada keadaan normal tidak bersifat merugikan bagi tubuh, bahkan justru bermanfaat bagi mulut. Namun, pada kondisi kekebalan tubuh dan kekuatan lapisan mukosa menurun, mikroorganisme tadi bisa berbalik mengakibatkan infeksi dan menimbulkan peradangan. Disitulah munculnya sariawan pada rongga mulut. Salah satu faktor yang paling sering memungkinkan adanya infeksi pada lapisan mukosa adalah adanya trauma/luka pada mulut yang diakibatkan oleh proses mekanik. Mulut atau lidah tergigit, posisi gigi yang buruk sehingga mengiritasi rongga mulut, menyikat gigi yang terlalu keras, merupakan beberapa hal yang sering menimbulkan trauma mulut dan berujung pada munculnya sariawan.

Selain faktor yang bersifat mekanik, beberapa penyebab lain dari timbulnya sariawan diantaranya:
1. Kebersihan mulut yang buruk, sehingga kondisi bakteri di dalam mulut tidak lagi normal dan memudahkan terjadinya infeksi dan peradangan.
2. Kekurangan vitamin C atau vitamin B, sehingga kekuatan lapisan mukosa berkurang dan memudahkan terjadinya luka pada lapisan rongga mulut.
3. Stress yang memicu produksi beberapa hormon yang berhubungan dengan penurunan kekebalan tubuh dan kekuatan lapisan mukosa mulut.
4. Adanya beberapa penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh seperti diabetes, HIV, dan lain-lain. Biasanya jika sariawan disebabkan oleh hal ini, maka frekuensi terjadinya sariawan sangat sering, karena kekebalan tubuh yang sangat rendah.
5. Iritasi pada mukosa mulut akibat bahan kimia seperti obat kumur, pasta gigi, asap rokok, dan lain-lain.

Untuk mengatasi sariawan, banyak obat yang biasa digunakan, mulai dari obat kumur, salep, cairan, hingga antibiotik yang diminum. Prinsipnya, pengobatan ditujukan untuk memperbaiki kekebalan tubuh, mengurangi proses radang, membunuh mikroorganisme yang menginfeksi, dan membantu mengembalikan kondisi lapisan mukosa mulut.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sariawan adalah:
1. Menjaga kebersihan mulut
2. Mencegah terjadinya trauma pada lapisan rongga mulut, baik yang bersifat mekanik ataupun kimiawi, dengan tidak merokok, memastikan posisi gigi baik (tidak mengiritasi mulut), tidak menggunakan bahan kimia berlebihan, dan seterusnya.
3. Mengkonsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin.
4. Jika diperlukan mengkonsumsi suplemen vitamin C dan B.
5. Menjaga kesehatan secara umum agar kekebalan tubuh, termauk rongga mulut, tetap dalam kondisi baik.
6. Mengelola stress dengan baik agar tidak memicu perubahan hormonal yang merugikan tubuh.

Demikian jawaban saya atas pertanyaan Rini. Sebagai kesimpulan, ada banyak hal yang dapat menyebabkan sariawan, termasuk yang Rini sebutkan, yaitu kekurangan vitamin C dan stress. Semoga penjelasan saya bisa membantu Rini dalam menghindari terjadinya sariawan yang mengganggu dan berulang.
Wassalamualaikum warahmatullah.

Tags :
Konfirmasi Donasi