SUJUD TERAKHIRTHE LAST PROSTATION

sujud-_160416232615-764Oleh: Ina Salma Febriany

Allah Al-Khaliq, Sang Pencipta segala apa yang ada di langit dan di bumi. Kekuasaan-Nya yang Maha Tak Terbatas, menciptakan dan mematikan apa saja yang Dia kehendaki. Begitu pula, manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan-Nya hidup dalam garis yang telah ditakdirkannya.

Tak hanya menciptakan, Allah-lah yang menanggung seluruh hajat (kebutuhan) makhluk-Nya baik diminta atau pun tidak. Allah pula Yang Maha Memberikan Rezeki, tanpa pamrih dan mengharapkan balasan. Karenanya, sebagai manusia yang lemah, kita patut menyadari bahwa segala apa yang dimiliki hanya bersumber dari Allah, sepatutnya tubuh ini digunakan untuk ibadah; bersujud salah satunya.

Makna asal kata sujud ialah tunduk dan merendahkan diri. Kata ini digunakan untuk mengungkapkan ketundukan dan penyembahan kepada Allah. Sujud berlaku umum, meliputi manusia, binatang, dan benda mati. Karena itu, sujud ini memiliki dua bentuk: sujud takhyir yaitu sujud yang hanya ada pada manusia dan dengannya ia mendapatkan pahala.

Kedua, sujud taskhir yaitu sujud yang dilakukan oleh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan. (Raghib al-Ashfahani, 2010: 168). Seperti pada firman Allah Swt, “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.” (Qs Ar-Ra’d: 15)

Sujud yang kita laksanakan setidaknya saat shalat lima waktu, memang sedikit banyak akan berdampak pada kualitas hidup kita. Menyoal sujud, dalam surah al-Baqarah ayat 34 pun disebutkan tentang penolakan Iblis saat Allah menyuruhnya sujud (penghormatan) kepada Nabi Adam as. Pembangkangan iblis ini jelas karena di dalam diri iblis terdapat banyak kesombongan; merasa lebih terhormat dan paling baik.

Hal ini sangat relevan dengan kondisi dimana manusia sulit bersujud. Sulit bersujud akibat dihinggap perasaan segan, malas ataupun alasan sibuk dan sebagainya disebabkan oleh penyakit (maradh). Al-maradhu ialah kondisi tubuh ketika hilang keseimbangan.

Jenis penyakit juga ada dua, pertama, sakit jasmani yaitu sakit yang diderita sebagian atau keseluruhan anggota tubuh. Kedua, sakit ruhani yang meliputi berbagai macam keburukan; misalnya kebodohan, kekufuran, kikir dan munafiq. Seperti pada firman Allah, “Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya,” (Qs al-Baqarah: 10)

Kemunafikan, kekufuran, akhlak yang buruk dan kekikiran diserupakan Allah dengan penyakit, karena beberapa alasan salah satunya keberadaan sifat tersebut mampu menghalangi seseorang memeroleh hidayah Allah, seperti penyakit jasmani yang menghalangi badan untuk bergerak secara sempurna. (Raghib, 353)

Karenanya, mari jadikan momen penghujung Ramadhan ini sebagai saat yang tepat untuk memperbaiki shalat, memaksimalkan zikir, memperbanyak sedekah, dan memanfaatkan malam untuk beri’tikaf; mencari keutamaan malam lailatul qadr, seperti anjuran Rasulullah. Sebab kita tidak pernah tahu, apakah Allah masih memberikan usia di Ramadhan berikutnya? Sekali lagi, mari manfaatkan sepuluh malam terakhir; barangkali, ini sujud kita yang terakhir…

Allahumma inna-Ka ‘afuwwun kariim, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna yaa Kariim…

sujud-_160416232615-764By: Ina Salma Febriany

Allah Al-Khaliq, the Creator of everything that exist in the heaven and earth, his power is Supreme and Infinite, creates and destroy what He wills. Similarly, human beings as one of His creatures live in the lines that have been fated.

Not only created, Allah is the one who bear all necessities (needs) of His creatures whether requested or not. Allah Almighty also provides sustenance, unconditionally and expect a reply. Therefore, as a weak man, we must realize that everything what belongs only comes from God, this body should be used for worship; prostrate (Sujud) is one of them.

the origin of prostrate (Sujud) is to bow down and grovel. This word is used to express the submission and worship of God. Prostration generally applicable, include humans, animals, and inanimate objects. Therefore, this prostration has two forms: takhyir prostration is prostration which only exists in humans and to him he gets the reward.

Secondly, taskhir prostration is done by humans, animals, plants. (Raghib al-Ashfahani, 2010: 168). As in the words of Allah, “And unto Allah falleth prostrate whosoever is in the heavens and the earth, willingly or unwillingly, as do their shadows in the morning and the evening hours. ” (Surah Ar -Ra’d: 15)

Prostration that we conducted at least at the five daily prayers, indeed to some extent will affect the quality of our lives. Questioning about prostration, in surah al-Baqarah verse 34 also mentioned about the rejection of Satan when God told him to prostrate (homage) to the Prophet Adam. This apparent devil disobedience because the devils have a lot of arrogance, considered himself as the most respectable and most excellent.

This is particularly relevant to the human condition where hard to prostrate. Hard for them prostrate due to shyness, lazy or busy and so forth reasons caused by the disease (maradh). Al-maradhu is the condition of the body when it lost balance.

There are also two types of the diseases, first, the physical diseases is diseases that affects part or whole body. Second, spiritual diseases which includes various kinds of evils such as ignorance, infidelity, miserly and hypocrites. As in the word of God, ” In their hearts is a disease, and Allah increaseth their disease. ” (Surah al-Baqara: 10)

Hypocrisy, infidelity, bad character are parsimony with the disease, for several reasons one of which is capable of blocking the presence of the person acquiring the guidance of Allah, such as physical ailments that prevent the body to move perfectly. (Raghib, 353)

Therefore, let’s make the moment of the end of Ramadan as a good time to fix the prayer, maximizing remembrance, multiply alms, and take advantage of the night to perform i’tikaf, looking for the virtues of lailatul qadr, as recommended by the Prophet. Because we never know whether God still gives age in the next Ramadan?, let’s take advantage of the last ten nights; perhaps, this is our last prostration …

Allahumma inna-Ka ‘afuwwun kariim, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna yaa Kariim…

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia