SULIT BERDIET? MUNGKIN MAKANAN INI PENYEBABNYASO HARD TO GO ON DIET? PERHAPS THESE ARE THE CAUSE

diet-ilustrasi-_141217102732-685Keinginan untuk menurunkan berat badan kadang tak sejalan dengan kemampuan untuk konsisten dalam menjaga pola makan atau berdiet. Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang sulit untuk mengontrol nafsu makan ialah lemak jenuh dalam makanan.

Tim peneliti Italia menemukan bahwa makanan yang mengandung lemak jenuh seperti mentega, keju dan makanan goreng menyebabkan otak lebih sulit untuk mengontrol makanan yang dikonsumsi. Hal ini disebabkan karena makanan berlemak mempengaruhi bagian otak yang membantu regulasi rasa lapar, hypothalamus.

Ketika dikonsumsi, terang peneliti, makanan yang kaya akan lemak jenuh akan menyebabkan inflamasi pada otak. Di saat yang sama, makanan kaya akan lemak jenuh juga akan menurunkan fungsi kognitif.

Akibatnya, orang yang mengonsumsi lemak jenuh akan sulit untuk mengontrol apa yang mereka makan, kapan berhenti makan dan jenis makanan apa yang mereka makan. Dengan kata lain, lemak jenuh dapat menyebabkans orang yang mengonsumsi lemak jenuh lebih sulit mengontrol kebiasaan makan mereka.

“Meski efek dari pola makan tinggi lemak terhadap metabolisme telah banyak diteliti, hanya sedikit yang diketahui mengenai efeknya terhadap otak,” ujar salah satu peneliti Profesor Marianna Crispino dari Universit of Naples Federico II di Italia seperti dilansir Financial Express.

Di sisi lain, konsumsi makanan yang kaya akan lemak tak jenuh seperti ikan, alpukat atau minyak zaitun memberikan dampak yang berbeda dari makanan berlemak jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi otak pada orang yang mengonsumsi lemak tak jenuh tetap normal dan dapat menahan keinginan untuk makan lebih dari yang dibutuhkan.

Dari temuan ini, peneliti menyimpulkan bahwa masyarakat perlu lebih memperhatikan jenis lemak yang mereka konsumsi dalam pola makan mereka. Pemilihan jenis lemak yang tepat, lanjut Profesor Crispino, dapat menurunkan risiko obesitas dan juga mencegah beberapa penyakit metabolik.

“Perbedaannya sangat jelas dan kami merasa takjub untuk memperlihatkan dampak dari pola makan berlemak terhadap otak,” terang Profesor Crispino.

Sumber: republika.co.id
diet-ilustrasi-_141217102732-685The will to lose weight sometimes not in line with the ability to be consistent in maintaining a diet, one of the factors that cause a person difficult to control appetite is the saturated fat in the diet.

Italian research team found that foods containing saturated fats such as butter, cheese and fried foods cause brain is more difficult to control food intake. This is caused by fatty food affects parts of the brain that helps the regulation of hunger, the hypothalamus.

When consumed, bright researchers, a diet rich in saturated fat will cause inflammation in the brain. At the same time, foods rich in saturated fats will also reduce cognitive function.

As a result, people who consume saturated fat would be difficult to control what they eat, when to stop eating and what kind of food they eat. In other words, saturated fats can cause person eating saturated fat is harder to control their eating habits.

“Although the effects of high-fat diet on metabolism have been widely studied, little is known about their effects on the brain,” said one researcher Professor Marianna Crispino from University of Naples Federico II in Italy as reported by Financial Express.

On the other hand, the consumption of foods rich in unsaturated fats such as fish, avocado or olive oil give a different effect from saturated fatty foods. Results showed that brain function in people who consume unsaturated fats remain normal and can resist the desire to eat more than required.

From these findings, researchers concluded that the community needs to pay more attention to the type of fat they consume in their diet. Selection of the right kinds of fat, said Professor Crispino, can reduce the risk of obesity and also prevent several metabolic diseases.

“The difference is very clear and we were amazed to demonstrate the effects of dietary fat on the brain,” explained Professor Crispino.

Source: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia