SYAFITRI ANGGRAENI, JUARA PENCAK SILAT YANG JAGO MATEMATIKASYAFITRI ANGRAENI, THE CHAMPION OF MARTIAL ARTS

RZ LDKO CilegonBANDUNG. Syaitri Anggraeni atau biasa dipanggil Rani berusia 10 tahun, berasal dari keluarga kurang mampu. Ia tinggal dengan ibu dan kedua saudaranya di rumah kontrakan yang hanya satu kamar. Ibunya bekerja sebagai pelayan di sebuah pujasera, di Kota Bandung.

Dilihat dari kondisi ekonomi keluarga, sekolah merupakan barang mahal bagi mereka. Namun demikian ibunya yang merupakan single parent sangat perhatian terhadap pendidikan anak-anaknya. Menurutnya, bagaimanapun kondisi keluarga mereka, anaknya harus tetap sekolah.

Pada tahun 2009 anak bungsu dari 3 bersaudara ini terdaftar sebagai siswa SD Juara Bandung. Kecerdasan dan kondisi keluarga menjadikan ia pantas masuk sekolah gratis berkualitas. Sadar akan kondisi keluarganya, Rani tumbuh menjadi anak yang mandiri namun tetap percaya diri.

Kegemarannya terhadap matematika membawanya menjadi salah satu siswa yang berprestasi di SD Juara Bandung. Selain pintar dalam bidang akademik ia juga memiliki prestasi gemilang di bidang pencak silat. Gadis hitam manis tersebut pernah menjadi juara ke dua pencak silat tingkat SD sepulau Jawa pada tahun 2014 lalu. Tentunya ini bukan hanya kebetulan semata, Rani meraih prestasi berkat usaha kerasnya, serta doa dari semua pihak, terutama ibunya.***

Sumber : RZ Mag #16 Januari 2015

RZ LDKO CilegonBANDUNG.Syafitri Anggraeni of Rani is a student of SD Juara Bandung. She comes from underprivileged family. She lives with her mother and 2 of her brothers in a small rent house. Her mom works as a waitress in a restaurant in Bandung.

With regard to her family’s condition, school is an expensive thing for her. However, her mom is a single parent who concerns about her children education.

In 2009, Rani has been registered as beneficiary in SD Juara Bandung. Her intelligence and condition make her deserve to get free qualified education.

Rani is a diligent and smart student. In addition, she also loves martial arts. In 2014, due to her efforts, spirit and pray she successfully achieved the second winner of elementary level of Java martial arts championship. ***

Courtesy: RZ Mag #16 Januari 2015

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia