TIM SIAGA BENCANA PINDAHKAN FOKUS BANTUAN KE STADION MAGUWOHARJO

YOGYAKARTA.Letusan Merapi terus membesar sejak sore kemarin hingga dini hari tadi. Hujan debu turun sampai radius 28km.  Hal ini mengakibatkan Yogyakarta dibanjiri debu.”Di tempat saya hujan debu, dari rumah, saya pakai jaket tebel,tapi derasnya debu menembus kulit saya”, ujar Agung salah seorang amil Rumah Zakat.

Hujan debu yang menderas dapat menyebabkan gangguan pada mata dan hidung. Debu yang berterbangan saat ini mengandung silika, mirip bahan industri kaca, merupakan glass hard yang sangat halus. Jika dilihat dengan mikroskop, ujung-ujungnya runcing. Jika terhirup akan merobek jaringan paru. Apabila terkena mata akan merusak lensa dan jaringan mata. Inilah salah satu alasan perluasan Kawasan Rawan Bencana (KRB) dilakukan. kini radius 20 km dari puncak Merapi sudah menjadi Kawasan Rawan Bencana. Para pengungsi dipindahkan secara besar-besaran ke Stadion Maguwoharjo. “Semua Relawan di posko ditarik turun,” ujar Listanto, kordinator relawan Rumah Zakat pagi ini(5/11).

Bantuan akhirnya difokuskan di Stadion Maguwoharjo yang sejak dini hari tadi dialihfungsikan menjadi posko pengungsian. “Tim Siaga Bencana sudah mengirimkan 500 roti dan 300 bungkus sarapan pengungsi, ” ujar Endah. Rumah Zakat sementara akan fokus pada penanganan pengungsi di Stadion Magowoharjo, karena wonokerto, lokasi posko Rumah Zakat sebelumnya sudah menjadi kawasan rawan bencana. Secara kesiapan, stadion Maguwoharjo yang merupakan homebase Tim Sepakbola PSS (Persatuan Sepakbola Sleman) ini belum siap menampung ribuan pengungsi yang datang serentak. “Kesediaan fasilitas MCK masih terbatas, logistik belum terdistribusi dengan baik,” lanjut Endah dalam keterangan persnya tadi pagi.

Newsroom/Muhammad Zahron

Jawa Tengah

Tags :
Konfirmasi Donasi