[:ID]UNTUK PERTAMA KALI, POSYANDU ASI DI GELAR DI KLINIK RBG RUMAH ZAKAT PEKANBARU[:en]FOR THE FIRST TIME, BREASTFEEDING POSYANDU CONDUCTED IN RBG CLINIC’S RUMAH ZAKAT PEKANBARU[:]

[:ID]PEKANBARU. Posyandu ASI terlaksana perdana hari ini di klinik RBG Rumah Zakat Pekanbaru bersama konselor laktasi Dr. Febi. Kegiatan ini didukung oleh organisasi PUAN (Perempuan Untuk Asi dan Anak).

Posyandu ASI dilaksanakan selama 2 jam mengiringi jadwal imunisasi klinik hari ini. Kegiatan tidak dilaksanakan massal maupun kegiatan kelas, tetapi konsultasi dan terapi per pasien.

Harapannya dengan fasilitas Posyandu ASI ini para ibu yang ingin belajar maupun butuh dukungan dalam pemberian ASI dapat terbantu. Kegiatan Posyandu ASI meliputi penimbangan bayi, konsultasi, terapi sesuai keluhan bisa berupa praktik menyusu yang benar, relaktasi dan edukasi kepada orangtua bagaimana mengenali tanda bayi ingin menyusu, bagaimana melakukan penyapihan yang baik dan benar.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya Posyandu ASI, baby Hannan yang sudah 3 bulan minum ASI lewat dot akhirnya bisa menyusu langsung hari ini, ternyata penyebabnya bukan retraksi puting tetapi pelekatan yang kurang pas” ujar Bunda Ige Febriani salah satu pasien yang hadir.

Peserta dibatasi maksimal 5 pasien per kegiatan agar pasien benar-benar mendapatkan manfaat maksimal. Namun jika kedepannya permintaan semakin banyak maka Posyandu ASI dapat dilaksanakan lebih sering.

Newsroom
Asih / Lailatul Istikhomah[:en]PEKANBARU. Breastfeeding Posyandu was performed for the first time today at RBG Rumah Zakat clinic Pekanbaru with lactation counselor Dr. Febi. This activity is supported by the organization of PUAN (Perempuan Untuk Asi dan Anak).

Posyandu ASI was conducted for 2 hours to accompany immunization schedule at the clinic today. Activities are not mass or class activities, but consultation and therapy per patient.

The hope with this facility, mothers who want to learn and need support in breastfeeding can be helped. Breastfeeding Posyandu activities include baby weighing, consultation, and appropriate gynecologic therapy may include proper breastfeeding, relactation and education practices to parents how to recognize the baby’s sign of wanting to breastfeed, how to do weaning properly.

“I am very grateful with Breastfeeding Posyandu, baby Hannan who had 3 months of breastfeeding through the dot can finally suck directly today, apparently the cause is not nipple retraction but the attachment is less fitting” said Mother Ige Febriani one of the patients who attended the activity.

Participants are limited to a maximum of 5 patients per activity so that patients actually get the maximum benefit. However, if in the future the demand is high then Posyandu ASI can be implemented more often.

Newsroom
Asih / Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia