[:ID]WALI KOTA KEJUTKAN SANTRI TPQ INDONESIA MENDONGENG SURABAYA[:en]MAYOR OF SURABAY SURPRISES SANTRI TPQ INDONESIA STORYTELLING[:]

[:ID]SURABAYA. Sebanyak 444 Santri TPQ di Surabaya memeriahkan Indonesia Mendongeng #5 di Masjid Nuruzzaman, Kampus B, Universitas Airlangga, Surabaya pada Senin (25/12). Acara kegiatan tahunan Relawan Nusantara ini, dilaksanakan di 25 kota dan 20 titik se Solo raya. Santri TPQ Cinta Negeri adalah tema yang diangkat pada Indonesia Mendongeng Kali ini.

Acara berlangsung meriah, seru, dan penuh kejutan. Santri TPQ yang hadir sangat antusias. Antusias anak-anak semakin tinggi ketika Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, hadir ditengah-tengah mereka. Bu Risma memberikan nasihat dan motivasi untuk anak-anak agar mereka tidak mudah berputus asa dengan rahmat Allah.

“Jangan sampai lupa, sesulit apa pun keadaan kita, kita masih punya Allah,” kata Bu Risma, di dalam sambutannya.

Bu Risma juga mengajak anak-anak TPQ tersebut untuk selalu berbagi dengan orang yang membutuhkan. Beliau menceritakan tentang dirinya yang harus berbagi mainan dengan anak yatim yang diasuh orang tuanya sejak kecil.

“Kebiasaan itu terbawa hingga saat ini, hingga beliau tidak segan untuk terjun langsung menolong orang yang membutuhkan,” jelas Bu Risma.

Sementara itu, anak-anak merasakan antusias tinggi dari kegiatan yang mereka ikuti.“Senang banget. Dapat banyak bingkisan, jajan, bisa foto dengan shaun the sheep dan power rangers,” ujar Sari, salah satu peserta Indonesia Mendongeng.

“Iya, Ustadznya juga lucu, pakai kostum kaya naruto. Jadi seperti bertemu naruto beneran,” timpal Ani.

Ustadz Marzuki Imron, pendongeng pada acara kali ini memang dikenal sebagai Ustadz Naruto karena kebiasaannya bercerita dengan menggunakan tokoh-tokoh di kartun naruto. Tentunya dengan tetap memasukkan nilai-nilai keislaman dalam ceritanya.

Selain mendengarkan cerita dari Ustadz Naruto dan Bu Risma, santriwan dan santriwati juga diminta untuk menuliskan surat cinta untuk ayah dan ibu mereka. Di saat yang bersamaan, dilakukan pula penggalangan dana untuk saudara-saudara kita yang ada di Rohingya dan Palestina dengan mendatangkan boneka SuQi dan 2 Superhero (Superhero Beramal) yang membuat adik-adik semakin antusias untuk memberikan infaq terbaiknya.

“Saat ada 2 robot keliling yang membawa kotak sumbangan untuk Rohingya saya tidak menyangka anak2 antusias sekali memberikan infaq sebesar yang mereka punya tanpa saya minta atau saya suruh. Subhanallah hal ini bsa mengajarkan anak untuk berbagi dg sesame,” ujar Ustadzah Nia dari TPQ Zahrotul Jannah.

Keseruan acara semakin nyata ketika Iffah, salah satu santri TPQ, maju ke depan untuk menyampaikan sedikit tausiyah. Santri-santri TPQ, pendamping, dan panitia berdecak kagum dengan kepiawaian Iffah membawakan tausiyah tentang hormat kepada orang tua.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize utama yaitu sepeda lipat. Setelah diambil undian, Mia, santriwati dari TPQ Al-Mubarok Keputih, merupakan santriwati yang beruntung mendapatkan sepeda.

“Alhamdulillah, ke sekolah dan main jadi bisa naik sepeda. Sepedaku memang sudah rusak dan belum dibeliin,” ungkapnya dengan perasaan gembira.

Newsroom/ Aditya Evan
Surabaya

 [:en]SURABAYA. A total of 444 Santri TPQ in Surabaya enliven Indonesia Storytelling at Nuruzzaman Mosque, Campus B, Airlangga University, Surabaya on Monday (25/12). The annual event of Volunteer Religion is conducted in 25 cities and 20 points in Solo. Santri TPQ love the country is the theme that is raised in Indonesia Storytelling This time.

The event was lively, exciting, and full of surprises. The TPQ priest present was very enthusiastic. Enthusiastic children grew higher when the Mayor of Surabaya, Tri Rismaharini, was present in their midst. Mrs. Risma gives advice and motivation for the children so that they will not be easily despaired by God’s grace.

“Do not forget, no matter how difficult our circumstances, we still have God,” said Mrs. Risma, in her speech.

Mrs. Risma also invites TPQ children to always share with people in need. She told me about herself having to share toys with orphaned children since childhood.

“The habit is carried over to the present, so he did not hesitate to go directly to help people in need,” said Mrs. Risma.

In the meantime, the children feel the enthusiasm of the activities they follow. “It’s great. Can be a lot of gifts, snacks, can photos with shaun the sheep and power rangers, “said Sari, one of the participants Indonesia Storytelling.

Ustadz Marzuki Imron, storyteller at this event is known as Ustadz Naruto because of his habit of telling stories by using characters in naruto cartoons. Of course, by keeping the Islamic values in the story.

In addition to listening to stories from Ustadz Naruto and Mrs. Risma, students and santriwati were also asked to write love letters for their fathers and mothers. At the same time, fundraising for our brothers and sisters in Rohingya and Palestine by bringing in SuQi puppets and 2 Superheroes to make childrens more enthusiastic to give their best infaq.

“When there were 2 traveling robots carrying a donation box for Rohingyas, I did not expect the kids to be as enthusiastic about giving infaq as much as they had without me asking or I ordered. Subhanallah this bsa teach children to share dg sesame, “said Ustadzah Nia from TPQ Zahrotul Jannah.

The excitement of the show became even more apparent when Iffah, one of the TPQ santri, came forward to convey a little tausiyah. Santri-santri TPQ, companion, and the committee was amazed by the expertise of Iffah brought tausiyah about respect to the parents.

The event closed with the main doorprize division of folding bikes. After the draw, Mia, santriwati of TPQ Al-Mubarok Keputih, is a lucky santriwati to get a bike.

“Alhamdulillah, to school and play so can ride a bike. My bike is already damaged and has not been bought, “he said with joy.

 

Newsroom / Aditya Evan
Surabaya

 [:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia