[:ID]WARGA DESA SENGON ANTUSIAS BELAJAR TENTANG RESUSITASI JANTUNG PARU[:en]SENGON RESIDENTS ENTHUSIASTICALLY LEARN CPR[:]

[:ID]KLATEN. Senin (26/03) – Fasilitator Desa Berdaya Desa Sengon, Rahmad Widodo kembali melaksanakan edukasi kegawatdaruratan kepada warga desa sengon.

Kali ini pelaksanaan di pusatkan di lingkungan RW 4 sebanyak 12 orang ibu ibu mengikuti pelatihan pada sore hari ini. Dalam pertemuan kali ini Rahmad Widodo memberikan materi RJP dan bagaimana pemberian nafas buatan kepada bayi hingga orang dewasa. Pertemuan di awali dengan senam sehat bersama lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi.

Rahmad Widodo sangat menekankan kepada ibu ibu bahwasanya tindakan RJP ini tidak dapat dilakukan sembarangan orang. Harus benar benar dalam melakukannya dan oleh orang yang benar benar paham. Dengan sering melaksanakan pelatihan tentunya dapat lebih memahami cara dan teknisnya.

Setelah diberikan materi, warga diberikan kesempatan untuk mempraktikan dengan menggunakan manequin indikator. Sehingga diketahui teknik benar atau salahnya dari boneka indikator.

Bu Yatmi (46 tahun) sangat antusias mempraktekkannya, walau awalnya salah namun setelah diulang indikatornya menunjukkan tekniknya telah benar.

“Ilmunya sangat bagus dan bermanfaat terutama bagi kami ibu ibu yang masih punya anak anak kecil jika kejadian kesedak ataupun kelelep air, jadi tidak panik dahulu jika tahu teknik dasarnya”, ungkap Bu Yatmi.

Newsroom 

Izzatul Yazid / Lailatul Istikhomah[:en]KLATEN. Monday (26/03) – Facilitator of Sengon Empowered Village, Rahmad Widodo again conducts emergency education to the villagers of sengon.

This time the implementation is centered in RW 4 as many as 12 mothers attended the training. In this meeting Rahmad Widodo provides CPR materials and how to give artificial breathing to infants to adults. The meeting began with a healthy gymnastics together then continued with the delivery of the material.

Rahmad Widodo told the mother that the CPR action of cannot be done carelessly. It must be true in doing so and by people who really understand. By often conducting the training, of course, they can understand the technical of CPR better.

After the materials are given, the residents are given the opportunity to practice by using the indicator mannequin. So it is known if the technique is right or wrong from the indicator doll.

Mrs. Yatmi (46 years old) is very enthusiastic to practice it, although make a mistake at the first but after repeated, the indicator shows the technique has been correct.

“The knowledge is very good and useful especially for us, mother who still have children when the incident of choking or downing, so will not panic if we know the basic technique”, said Mrs. Yatmi.

Newsroom 

Izzatul Yazid / Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia