WARUNG “ES KAMUR” BU YANI

YOGYAKARTA. Sri Mulyani (31) adalah salah satu warga binaan Rumah Zakat cabang Yogyakarta. Sejak 2011 ia mempunyai usaha berupa warung Es Kamur (Kelapa Murni) di Jln. Hayam Wuruk. Berawal dari keinginannya untuk tidak bergantung pada orang lain, ia memulai usaha tersebut. Akhirnya sedikit demi sedikit ia bisa membantu perekonomian keluarga, sebab penghasilan suaminya yang bekerja sebagai household di sebuah Sekolah Dasar memang kurang mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Pada awalnya Bu Yani ini adalah member Kelompok Usaha Kecil Mandiri (KUKMI) dari wilayah Integrated Community Development (ICD) Danurejan yang mendaftar ke dalam kelompok Menjahit Kreatif. Tapi karena kami melihat ada potensi berwirausaha dan melihat kegigihannya ingin membuka warung, kami memberi bantuan Sarana Usaha Mandiri untuknya,” tutur Yudi, Micro Business Officer (MBO) Rumah Zakat cabang Yogyakarta.

Pada hari-hari biasa, ibu dari 3 orang anak ini bisa menjual maksimal 15 butir kelapa per hari. Awalnya masih menggunakan meja, dan hanya memperoleh omzet Rp750.000 per bulan dengan margin Rp375.000. Setelah mendapat bantuan dari Rumah Zakat berupa gelas, toples, gerobak dan penataan produk yang bersih, ia berhasil menjual hingga 25 butir kelapa per hari, omzetnya meningkat menjadi Rp1 juta, 875 ribu per bulan. “Pada bulan Ramadhan, Alhamdulillah per harinya kami bisa sampai 80 butir kelapa dengan margin sekitar Rp175.000 hingga Rp200.000 per hari,” ujar Maryono, suami Yani.

Melihat usahanya yang mulai berkembang, sepulang dari bekerja suaminya turut membantu Bu Yani untuk berjualan juga. Dan kedepannya mereka mempunyai rencana untuk membuka cabang di tempat lain. “Harapannya, kami bisa lebih mandiri dan tidak bergantung lagi dalam memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkas Bu Yani mengakhiri wawancara.***

Newsroom/Yogyakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia