YAKSA, SISWA JUARA YANG KINI TINGGAL SENDIRI

YAKSA, SISWA JUARA YANG KINI TINGGAL SENDIRIMEDAN. Takdir tak bisa ditebak, semua diurus Allah SWT dengan sangat apik. Hari ini, disaat pengibaran bendera merah putih akan dimulai di SD Juara Medan, ponsel seorang guru berdering, dalam percakapan singkat, dari ujung telepon disana mengabarkan Ibunya Yaksa salah satu siswa kelas 2 SD Juara Medan meninggal dunia karena sakit di Pantai Labu Deli Serdang.

Upacara pun dimulai dengan mengabarkan berita duka cita, upacara pagi ini terasa hening, penuh kesedihan yang mendalam. Terlihat mata beberapa ibu guru berkaca-kaca. Mungkin sedang membayangkan Yaksa yang kini sendiri menatap hidup yang masih panjang.

Yaksa yang bernama lengkap Yaksa Syuhada Tungga Hasibuan kini berusia 7,5 tahun memang memiliki sejarah hidup yang penuh cobaan. Saat masih bayi, ia sudah tidak merasakan gendongan sayang sang ayah. ¬¨Husni Hasibuan nama ayahnya yang seharusnya melindungi dan mencarikan nafkah untuk membesarkan Yaksa pergi ke Jakarta tanpa kabar,” ucap Sahidan, kepala Sekolah SD Juara Medan.

Bukan Ibu namanya kalau tidak kuat menghadapi cobaan hidup. Ibu Yaksa yang hari itu telah syahid Insya Allah, menunjukkan bahwa ia adalah ibu yang sejati, ibu memiliki cinta, ibu yang memiliki semangat juang, ibu yang kuat melebihi kekuatan raksasa sekalipun. “Ia tak mau menyerah dengan keadaan, suami boleh pergi tapi semangat dan keyakinan tak boleh pergi,” tambah Sahidan.

Semangat yang tersisa ditambah keyakinan yang kokoh bahwa Allah Maha Pengasih dia terus berjuang. Ia pun membesarkan putra semata wayangnya dengan gigih, dengan bekal kemauan yang keras ia pun merantau ke Medan mengadu nasib, melakoni berbagai pekerjaan yang halal, pernah menjadi guru TK dan terakhir sebagai pelayan di RM Wong Solo Jl. Gajah Mada Medan. Agar tidak kena hujan dikala hujan, tidak kena panas dikala panas, ia mengontrak kamar kos yang sempit dikawasan Gajah Mada Medan.

Kerasnya dia menjalani hidup hingga mungkin lupa menjaga kesehatan, Ibu yang sholehah ini menderita sakit jantung. Namun sakitnya tak begitu dihiraukannya ia terus bekerja dan bekerja untuk menyambung hidup yang semakin keras saja saat ini. Hingga akhirnya diapun divonis dokter komplikasi jantung.

Tak lama setelah vonis komplikasi, tepat 1 Februari 2016 lalu dia dipanggil Allah ke sisiNya.
Yaksa kini sendiri, ayahnya tak jelas rimbanya, ibu telah dipanggil Allah. Selama ini Yaksa sekolah di SD Juara Medan secara gratis. SD Juara memang didedikasi oleh RZ dengan dukungan donatur untuk anak-anak yatim dan kurang mampu seperti Yaksa.

“Sampai kabar ini diturunkan, belum diketahui apakah Yaksa akan tetap bersekolah di SD Juara Medan, mengingat ia tak memiliki kerabat di Medan. Kemungkinannya memang kecil Yaksa akan melanjutkan studinya di SD Juara Medan, kerabat tak ada di Medan. Untuk memastikan kelanjutan sekolah Yaksa, manajemen SD Juara Medan mengutus guru untuk menjenguk sekaligus membicarakan rencana sekolah Yaksa.

“Yaksa kini sendiri, kita semualah orang tuanya. Bagi sahabat yang mau berdonasi untuk masa depan Yaksa silakan kunjungi kantor RZ di kota anda atau klik www.rumahzakat.org. Jangan lupa bila berdonasi untuk Yaksa tulis pesan : Donasi spesial YAKSA SD Juara Medan,” pungkas Sahidan.***

Newsroom/Diki Taufik
Medan

Tags :
Konfirmasi Donasi