Pergi ke masjid sering dipahami sebatas rutinitas ibadah harian. Padahal, dalam Islam, setiap langkah kaki menuju masjid sudah dicatat sebagai amal, bahkan sebelum takbir pertama dikumandangkan.
Menariknya, pahala itu bukan hanya bergantung pada shalatnya saja, tetapi juga pada bagaimana persiapan, sikap, dan adab sepanjang perjalanan. Dari rumah hingga kembali pulang, semuanya memiliki nilai di sisi Allah SWT.
Nah, di artikel ini, Rumah Zakat mengajak untuk melihat kembali adab menuju masjid yang sering dianggap sepele, padahal menyimpan keutamaan besar jika dijalani dengan kesadaran dan niat yang lurus.
Persiapan dari Rumah
Sebelum melangkah keluar rumah, Islam sudah mengajarkan satu fase penting: mempersiapkan diri lahir dan batin. Persiapan ini bukan formalitas, melainkan bagian dari penghormatan kepada ibadah.
Beberapa adab berikut menjadi fondasi awal agar langkah menuju masjid bernilai pahala sejak awal.
- Bersuci Wudhu Sempurna
Wudhu dilakukan dengan sempurna, memastikan seluruh anggota wudhu terkena air. Dianjurkan pula menggunakan wewangian ringan yang disunnahkan, karena Allah menyukai kebersihan. - Mengenakan Pakaian Terbaik
Pakaian yang dipakai hendaknya suci, menutup aurat, bersih, dan rapi. Islam menganjurkan tampil pantas saat menghadap Allah, sekaligus menjaga kenyamanan jamaah lain. - Menghindari Bau Tidak Sedap
Bau dari mulut atau tubuh bisa mengganggu kekhusyukan orang lain. Menggosok gigi, berkumur, atau memakai masker jika diperlukan menjadi bentuk adab sosial yang bernilai ibadah, selama disertai niat yang ikhlas.
Baca Juga: Apakah Wanita Haid Boleh Masuk Masjid? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Adab di Perjalanan Menuju Masjid
Setelah siap dari rumah, perjalanan menuju masjid pun memiliki tuntunan tersendiri. Bukan sekadar berjalan, tetapi melatih hati agar selaras dengan tujuan ibadah.
Beberapa adab berikut sering terdengar sederhana, tetapi dampaknya besar bagi kualitas ibadah.
- Berjalan dengan Tenang
Rasulullah SAW bersabda agar mendatangi shalat dengan tenang dan tidak tergesa-gesa (HR. Bukhari dan Muslim). Mengapa demikian? Karena ketenangan menjaga hati tetap khusyuk, bahkan sebelum shalat dimulai. - Membaca Doa Perjalanan
Salah satu doa yang dibaca adalah:
“اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ”
Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karunia-Mu.
Doa ini menegaskan bahwa langkah kaki bukan sekadar menuju bangunan, melainkan menuju rahmat Allah. - Mendahulukan Kaki Kanan
Saat memasuki area masjid, mendahulukan kaki kanan menjadi sunnah yang melatih adab dan kesadaran dalam hal-hal kecil.
Keistimewaan Langkah Kaki Menuju Masjid dalam Hadits
Mengapa Islam begitu detail membahas perjalanan ke masjid? Karena setiap langkah memiliki balasan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap langkah menuju masjid, satu langkah menghapus dosa dan satu langkah mengangkat derajat.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa rumah tangga yang terbiasa memakmurkan masjid tidak akan kekurangan rezeki (HR. Bukhari). Artinya, langkah kaki menuju masjid bukan hanya investasi akhirat, tetapi juga membawa keberkahan hidup di dunia.
Ringkasan Adab Masuk & Keluar Masjid
Agar lebih mudah dipahami dan diamalkan, berikut ringkasan adab masuk dan keluar masjid yang dianjurkan dalam Islam.
| Aktivitas | Adab & Sunnah | Doa / Dzikir |
|---|---|---|
| Masuk Masjid | Dahulukan kaki kanan | “اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ” (Ya Allah, bukakan pintu rahmat-Mu) |
| Di Dalam Masjid | Shalat Tahiyatul Masjid | Berdzikir & menunggu shalat |
| Keluar Masjid | Dahulukan kaki kiri | “اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ” |
| Sikap Umum | Tidak berteriak atau berbisnis | Menjaga ketenangan |
Baca Juga: Mana yang Utama, Shalat Ied di Lapangan atau Masjid?
Kesimpulan
Jadi, langkah menuju masjid bukanlah perjalanan biasa. Ia adalah rangkaian adab, niat, dan kesadaran yang jika dijaga, akan bernilai pahala sejak keluar rumah hingga kembali pulang.
Dengan mempersiapkan diri, menjaga sikap di perjalanan, serta memahami keutamaan setiap langkah, ibadah terasa lebih hidup dan bermakna.
Sebagai bagian dari ikhtiar memperluas kebaikan, semangat memakmurkan masjid ini juga dapat diwujudkan melalui berbagi, menyalurkan zakat, sedekah, atau infak bersama Rumah Zakat, agar pahala langkah kaki terus mengalir dalam berbagai bentuk kebermanfaatan.

