Apa Itu Zakat Fitrah? Pengertian, Hukum, dan Besarannya

oleh | Jan 20, 2026 | Zakat

Apa itu zakat fitrah sering menjadi pertanyaan umat Islam menjelang Idulfitri. Zakat ini memiliki peran penting karena berkaitan langsung dengan penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami pengertian, hukum, serta besaran zakat fitrah agar dapat menunaikannya dengan benar.

Dalam Islam, zakat fitrah bukan sekadar kewajiban tahunan, melainkan bentuk kepedulian sosial agar kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan oleh semua kalangan.

Baca juga : Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Fitrah yang Wajib Diketahui

Pengertian Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat wajib yang dikeluarkan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa atau anak-anak, selama memiliki kelebihan makanan pokok pada malam Idulfitri. Zakat ini disebut juga zakat jiwa karena berfungsi untuk menyucikan diri orang yang berpuasa dari kesalahan dan kekurangan selama Ramadan.

Dengan menunaikan zakat fitrah, seorang Muslim tidak hanya membersihkan diri secara spiritual, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan saudara seiman yang kurang mampu.

Hukum Zakat Fitrah dalam Islam

Hukum zakat fitrah adalah wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Kewajiban ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa zakat fitrah diwajibkan atas setiap Muslim, baik merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan.

Oleh sebab itu, zakat fitrah tidak boleh ditinggalkan tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Kewajiban ini berlaku bagi orang yang memiliki kelebihan rezeki untuk dirinya dan keluarganya pada hari raya.

Waktu Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah dapat dibayarkan sejak awal Ramadan. Namun demikian, waktu yang paling utama adalah setelah terbenam matahari pada malam Idulfitri hingga sebelum pelaksanaan salat Id. Jika zakat fitrah dibayarkan setelah salat Id, maka nilainya berubah menjadi sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menunaikannya tepat waktu agar kewajiban zakat fitrah dapat terpenuhi secara sempurna.

Besaran Zakat Fitrah yang Wajib Dikeluarkan

Besaran zakat fitrah ditentukan berdasarkan makanan pokok yang biasa dikonsumsi di daerah setempat. Di Indonesia, zakat fitrah umumnya dikeluarkan dalam bentuk beras.

Ukuran zakat fitrah adalah satu sha’, yang setara dengan sekitar 2,5–3 kilogram beras atau makanan pokok sejenis per jiwa. Selain itu, sebagian ulama membolehkan zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk uang dengan nilai yang setara, sesuai kebijakan lembaga amil zakat dan ketentuan setempat.

Tujuan dan Hikmah Zakat Fitrah

Zakat fitrah memiliki tujuan utama untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan. Selain itu, zakat ini bertujuan membantu fakir miskin agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.

Dengan menunaikan zakat fitrah, tercipta rasa kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, zakat fitrah menjadi salah satu instrumen penting dalam Islam untuk menjaga keseimbangan sosial.

Baca juga : Jangan Salah! Ini Dia 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, zakat fitrah adalah zakat wajib yang dikeluarkan setiap Muslim menjelang Idulfitri. Zakat ini bertujuan menyucikan diri dan membantu sesama. Besaran zakat fitrah ditetapkan sebesar satu sha’ makanan pokok atau nilai yang setara. Dengan menunaikannya tepat waktu, seorang Muslim telah menyempurnakan ibadah puasanya.

Tunaikan Zakat Fitrah dengan Mudah dan Tepat Sasaran

Melalui Rumah Zakat, Anda dapat menyalurkan zakat fitrah secara amanah, tepat waktu, dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

Mari tunaikan zakat fitrah, infak, dan sedekah untuk menyempurnakan Ramadan bersama Rumah Zakat