Bilal Tarawih: Tugas, Bacaan, hingga Urutannya Saat Shalat

oleh | Mar 3, 2026 | Inspirasi

Suasana masjid saat Ramadhan selalu terasa berbeda. Setelah adzan Isya berkumandang dan shalat selesai, jamaah bersiap untuk Tarawih. Di antara imam dan makmum, ada satu peran penting yang sering luput dari perhatian, yaitu bilal Tarawih.

Bilal bukan sekadar pengisi jeda. Ia menjaga ritme, menyatukan suara jamaah, dan membantu transisi antar rakaat agar tetap tertib. Nah, di artikel ini Rumah Zakat akan membahas tugas, bacaan, hingga urutan bilal Tarawih secara runtut. Yuk, simak terus!

Apa Saja Tugas Utama Bilal Tarawih?

Sebelum memahami bacaannya, penting mengetahui apa saja peran bilal dalam shalat Tarawih.

1. Menyeru Jamaah

Bilal memberikan aba-aba seperti “Ash-shalatu jami’ah” atau “Hayya ‘alash-shalati” untuk mengumpulkan dan merapikan saf.

Seruan ini bukan adzan, melainkan panggilan agar jamaah bersiap dan fokus. Dengan satu komando yang jelas, suasana menjadi lebih tertib dan kompak.

2. Memandu Shalawat & Zikir

Di sela rakaat, bilal memimpin shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan dzikir bersama. Tujuannya apa? Mengisi jeda istirahat dengan ibadah, sekaligus menjaga kekhusyukan jamaah agar tidak larut dalam obrolan.

3. Menyebut Nama Khulafaur Rasyidin

Setelah shalawat, biasanya disebutkan nama para sahabat utama: “Abi Bakrin, Umar, Utsman, Ali radhiyallahu ‘anhum.”

Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk doa dan penghormatan (tabarruk) kepada para sahabat Nabi.

4. Menjaga Kekompakan

Bilal membantu imam dalam menghitung rakaat, memberi jeda istirahat, dan memastikan transisi dari Tarawih ke Witir berjalan halus. Peran ini terlihat sederhana, tetapi tanpa koordinasi yang baik, jamaah bisa kebingungan.

Baca Juga: Doa Kamilin Tarawih: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya

Urutan dan Bacaan Bilal Tarawih

Agar tidak ragu saat bertugas, berikut urutan umum bacaan bilal dalam praktik Tarawih di banyak masjid.

1. Aba-aba Pembuka (Sebelum Shalat Dimulai)

Bilal menyerukan:

“Allahu Akbar, ashalatu jami’ah… Laa ilaha illallah…”

Jamaah menjawab:

“Laa ilaha illallah.”

Seruan ini menjadi tanda dimulainya rangkaian shalat Tarawih.

2. Bacaan di Sela Rakaat (Jeda Istirahat)

Biasanya setelah 2 atau 4 rakaat, bilal membaca shalawat:

“Allahumma shalli ‘ala Muhammad…”

Dilanjutkan dengan:

“Abi Bakrin, Umar, Utsman, Ali radhiyallahu ‘anhum.”

Ini menjadi momen istirahat sejenak sebelum rakaat berikutnya.

3. Jawaban Jamaah

Jamaah merespons dengan:

“Radhiyallahu ‘anhum ajma’in”

Atau ketika shalawat:

“Shallallahu ‘alayhi wa sallam.”

Respon bersama inilah yang menciptakan suasana Ramadhan terasa hangat dan hidup.

Bacaan Bilal untuk Shalat Witir

Saat Tarawih selesai dan akan memasuki Witir, bilal memberi aba-aba khusus.

“Shallu sunnatal witri ba’dal khatmil Qur’an, shallu sunnatal witri…”

Jamaah biasanya diam bersiap atau menjawab dengan “Al-shalatu jami’ah.” Seruan ini menandai transisi menuju penutup ibadah malam tersebut.

Baca Juga: Tidak Tarawih Saat Ramadhan, Apakah Puasa Tetap Diterima?

Panduan Urutan Bilal Berdasarkan Jumlah Rakaat

Agar lebih sistematis, berikut gambaran singkat urutannya:

TahapanSeruan BilalRespon Jamaah
Awal TarawihSeruan memulai shalat“Laa ilaha illallah…”
Rakaat 4, 8, dstShalawat & Nama Sahabat“Radhiyallahu ‘anhu”
Transisi ke Witir“Shallu sunnatal witri…”“Al-Shalatu Jami’ah”

Urutan ini bisa sedikit berbeda antar daerah, namun pola umumnya serupa.

Adab dan Tips Menjadi Bilal yang Baik

Menjadi bilal bukan hanya soal hafal teks, tetapi juga adab dan kesiapan diri.

1. Suara yang Jelas dan Lantang

Latih vokal agar stabil dan terdengar hingga barisan belakang. Bacaan tidak perlu tergesa, yang penting jelas dan mudah diikuti jamaah.

2. Irama yang Tenang

Gunakan tempo yang tenang dan teratur. Berikan jeda napas agar jamaah dapat mengikuti dengan nyaman dan serempak.

3. Menjaga Wudhu

Pastikan dalam keadaan suci dan berdiri dengan hormat dekat imam. Fokus penuh selama bertugas, karena bilal adalah bagian dari keteraturan jamaah.

Kesimpulan

Jadi, Bilal Tarawih memiliki peran penting dalam menjaga ritme, kekompakan, dan kekhusyukan shalat malam di bulan Ramadhan. Mulai dari menyeru jamaah, memimpin shalawat, hingga mengatur transisi ke Witir, semuanya membutuhkan ketenangan dan pemahaman urutan yang tepat.

Dengan memahami tugas dan adabnya, peran bilal dapat dijalankan secara lebih tertib dan bermakna. Semoga Ramadhan ini semakin sempurna dengan ibadah yang terjaga, sekaligus diiringi semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah bersama Rumah Zakat.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait