Surakarta, 10 Februari 2026 — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Rumah Zakat meresmikan Gedung Islamic Economic and Business Center (IEBC) Universitas Sebelas Maret (UNS) di Kampus UNS, Surakarta. Peresmian ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan bisnis syariah nasional.
Gedung IEBC dibangun sebagai pusat pengembangan keilmuan dan praktik ekonomi syariah. Melalui fasilitas ini, perguruan tinggi diharapkan mampu berperan lebih aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Peresmian gedung ditandai dengan prosesi potong pita. Acara ini dihadiri oleh Anggota Dewan Pengawas BPKH Dr. H. Mulyadi, S.E., Akt., M.M., M.Si., CPMS., SAS., CA, Rektor Universitas Sebelas Maret Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., serta Chief Executive Officer Rumah Zakat, H. Irvan Nugraha, S.H., M.M.
Dalam sambutannya, Anggota Dewan Pengawas BPKH menegaskan bahwa pembangunan Gedung IEBC merupakan bentuk pemanfaatan dana umat. Dana tersebut dikelola secara amanah, profesional, dan transparan. Oleh karena itu, hasilnya diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi umat.
Selain itu, BPKH memandang penguatan ekonomi syariah sebagai bagian dari strategi nasional. Tujuannya adalah menciptakan sistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Sementara itu, Rektor Universitas Sebelas Maret menyampaikan bahwa kehadiran IEBC menjadi langkah strategis bagi dunia pendidikan. Gedung ini akan mendukung pengembangan literasi, riset, dan inovasi ekonomi syariah.
Dengan demikian, Universitas Sebelas Maret diharapkan dapat berkontribusi lebih besar. Tidak hanya bagi lingkungan akademik, tetapi juga bagi pembangunan ekonomi syariah nasional.
Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Rumah Zakat menjelaskan bahwa BPKH bersama Rumah Zakat bersinergi dalam pembangunan Gedung IEBC Universitas Sebelas Maret. Dalam kolaborasi ini, Rumah Zakat menjalankan peran sebagai mitra pelaksana pembangunan.
Sebagai Mitra Kemaslahatan BPKH, Rumah Zakat siap menjalankan berbagai penugasan. Penugasan tersebut mencakup program kemaslahatan dari Aceh hingga Papua. Selain itu, Rumah Zakat berkomitmen menjaga akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan program.
Ke depan, Gedung Islamic Economic and Business Center diharapkan menjadi pusat kolaborasi. Kolaborasi ini melibatkan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan. Fokusnya adalah pengembangan kajian dan program ekonomi syariah yang relevan dengan kebutuhan nasional.
Pada akhirnya, melalui peresmian ini, BPKH bersama Rumah Zakat menegaskan komitmen untuk menghadirkan nilai manfaat dana haji secara berkelanjutan. Komitmen tersebut tidak hanya untuk layanan haji, tetapi juga bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.


