Cara Shalat Gerhana Sesuai Sunnah Rasulullah

oleh | Jan 20, 2026 | Inspirasi

Cara shalat gerhana sesuai sunnah Rasulullah menjadi tuntunan penting bagi umat Islam ketika terjadi gerhana matahari atau bulan. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT atas tanda kebesaran-Nya. Oleh karena itu, shalat gerhana tidak sekadar ritual, melainkan momen untuk memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah.

Dalam Islam, gerhana bukanlah pertanda musibah atau kejadian mistis. Sebaliknya, fenomena alam ini mengingatkan manusia agar tidak lalai. Rasulullah SAW sendiri mencontohkan shalat gerhana sebagai respons keimanan, bukan ketakutan.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, matahari dan bulan adalah tanda kebesaran Allah SWT. Dengan demikian, ketika gerhana terjadi, umat Islam dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui shalat, doa, dan taubat.

Baca juga : Tata Cara Shalat Qabliyah Jumat Sesuai Sunnah

Waktu Pelaksanaan Shalat Gerhana

Shalat gerhana dikerjakan sejak gerhana mulai terlihat hingga peristiwa tersebut berakhir. Namun demikian, jika gerhana telah selesai, maka shalat gerhana tidak lagi disunnahkan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk segera melaksanakannya tanpa menunda.

Shalat ini dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau secara sendiri di rumah. Selain itu, shalat gerhana dilaksanakan tanpa adzan dan iqamah, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Tata Cara Shalat Gerhana Sesuai Sunnah

Dalam pelaksanaannya, shalat gerhana memiliki keunikan dibanding shalat sunnah lainnya. Shalat ini terdiri dari dua rakaat, tetapi setiap rakaat dilakukan dengan dua kali ruku. Oleh sebab itu, durasi shalat gerhana biasanya lebih panjang.

Pada rakaat pertama, setelah niat dan takbiratul ihram, dibaca Al-Fatihah dan surat yang cukup panjang. Setelah itu, dilakukan ruku pertama dengan bacaan yang lama. Kemudian, bangkit dari ruku dan kembali membaca Al-Fatihah serta surat yang lebih pendek, lalu dilanjutkan dengan ruku kedua yang lebih singkat. Setelah i’tidal, shalat diteruskan dengan dua kali sujud seperti shalat pada umumnya.

Rakaat kedua dikerjakan dengan urutan yang sama, namun bacaan dan ruku dilakukan lebih pendek dibanding rakaat pertama. Setelah menyelesaikan dua kali ruku, i’tidal, dan sujud, shalat ditutup dengan tasyahud akhir dan salam. Dengan susunan ini, shalat gerhana menjadi ibadah yang penuh kekhusyukan dan perenungan.

Amalan yang Dianjurkan Saat Gerhana

Selain shalat gerhana, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa. Bahkan, bersedekah sangat dianjurkan pada saat terjadi gerhana. Dengan demikian, fenomena alam ini tidak berlalu begitu saja, melainkan menjadi momen untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial.

Hikmah di Balik Shalat Gerhana

Shalat gerhana mengajarkan bahwa seluruh kejadian di alam semesta berada dalam kekuasaan Allah SWT. Oleh karena itu, ibadah ini menjadi pengingat agar manusia selalu rendah hati, tidak sombong, dan senantiasa kembali kepada-Nya.

Melalui shalat gerhana, seorang Muslim diajak untuk merenungi kehidupan, memperbanyak taubat, serta memperbaiki diri sebelum datang hari perhitungan.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, cara shalat gerhana sesuai sunnah Rasulullah dilakukan dua rakaat dengan dua kali ruku pada setiap rakaat. Ibadah ini bukan hanya bentuk ketaatan, tetapi juga sarana untuk memperkuat iman dan kesadaran spiritual umat Islam.

Baca juga : Shalat Istikharah: Panduan Lengkap Saat Bingung Mengambil Keputusan

Lengkapi Ibadah dengan Kebaikan

Selain shalat dan doa, memperbanyak zakat, infak, dan sedekah saat terjadi gerhana adalah amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui Rumah Zakat

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait