[:ID]CERITA RELAWAN: TAK LELAH UCAP SYUKUR HINGGA KAMI BERLALU[:en]VOLUNTEER STORY: GIVING HAPPINESS FOR PEOPLE IN RURAL AREA LOMBOK[:]

[:ID]LOMBOK. Lombok masih menyisakan luka yang mendalam pasca gempa. Mereka yang berada di daerah terisolir, cukup kesulitan mendapatkan akses untuk memenuhi kebutuhan logistik. Ditambah lagi, lokasi yang cukup jauh dari posko utama, sehingga distribusi bantuan sangat minim.

Rabu, (13/09) panggilan kemanusiaan menuntun Relawan Rumah Zakat ke Kolong Treng Tempos, Desa Sigar Payung, Kec. Tanjung, Kab. Lombok Utara untuk mendistribusikan bantuan alat filter air hasil kolaborasi Rumah Zakat dan kitabisa.com.

Perjalanan menuju kesana cukup menegangkan. Jalanan terjal dan akses dari jalan utama menuju ke desa tidak bisa dilalui mobil. Hanya bisa dilanjutkan dengan sepeda motor ataupun berjalan kaki. Melewati jalanan setapak di lereng bukit. tapi hal ini tak menyurutkan​ semangat relawan untuk menditribusikan bantuan dalam kondisi terik.

Desa ini memiliki 55 KK, salah satu nenek yang yang berumur lebih kurang 100 tahun berusaha berjalan menggunakan sebuah tongkat dengan tertatih-tatih, hanya untuk menjumpai Relawan Rumah Zakat yang datang ke desanya, sesekali ia tersenyum dan berbincang dengan relawan.

“Lontaran ucapan terimakasih, tak habis-habisnya kami dengar. Ucapan itu bahkan sayup-sayup terdengar hingga kami kembali ke mobil. Begitu sederhananya bahagia mereka. Kedatangan kamipun terasa berharga dan istimewa,” ujar Wina Zulfani, Relawan Rumah Zakat yang bertugas saat itu.

Newsroom
Lailatul Istikhomah[:en]LOMBOK. Lombok still leaves deep wounds after the earthquake. Those in isolated areas are having a hard time getting access to meet logistical needs. Plus, the location is quite far from the main command post, so the distribution of aid is very minimal.

Wednesday (09/13) humanitarian call guided the Volunteer of Rumah Zakat to Kolong Treng Tempos, Sigar Payung Village, Tanjung District, North Lombok Regency to distribute the aid of water filter equipment from the collaboration of Rumah Zakat and kitabisa.com.

The journey to get there is quite tense. Steep roads and access from the main road to the village cannot be passed by cars, only can be passed by motorbike or on foot. Pass the footpaths on the hillside but this did not dampen the enthusiasm of volunteers to distribute the aid.

The village has 55 families, 100 years old grandmother tries to walk using a stick limping, only to find Rumah Zakat volunteer who comes to her village, she occasionally smiles and talks with volunteers.

“A thank words were even faintly heard until we returned to the car. So simple they are happy. Our arrival also feels valuable and special, “said Wina Zulfani, the Rumah Zakat Volunteer on duty at that time.

Newsroom

Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia