Sering Terjadi! Ini Dia Contoh Arisan yang Mengandung Riba

oleh | Mar 25, 2026 | Inspirasi

Fenomena arisan sudah seperti tradisi yang melekat di banyak lingkungan, dari keluarga kecil hingga komunitas kerja. Awalnya sederhana, sekadar saling bantu. Namun, seiring waktu, muncul variasi sistem yang justru menggeser nilai utamanya.

Banyak yang ikut karena merasa ini kegiatan positif. Tapi, pernah terpikir, apakah semua arisan benar-benar aman secara syariat? Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak, tergantung bagaimana sistemnya dijalankan.

Nah, di artikel ini Rumah Zakat akan membahas bagaimana mengenali arisan yang sesuai syariat dan mana yang perlu diwaspadai agar harta tetap berkah. Yuk, simak!

Prinsip Dasar Arisan yang Syar’i

Sebelum masuk ke praktik yang bermasalah, penting memahami dulu fondasi arisan yang benar dalam Islam. Dari sinilah batas halal dan tidak mulai terlihat.

  • Setoran sama rata semua anggota.
  • Urutan undian transparan tanpa lelang.
  • Admin riil (fotocopy/transport), tak ada bunga.
  • Denda masuk amal/masjid, bukan bagi anggota.

Arisan syar’i berdiri di atas prinsip tolong-menolong. Hal ini selaras dengan firman Allah:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)

Ketika semua anggota berada di posisi yang adil, arisan menjadi sarana kebaikan. Namun saat ada tambahan keuntungan sepihak, arah tujuan mulai berubah.

Baca Juga: Bolehkah Pinjaman Syariah untuk Melunasi Hutang Riba? Ini Penjelasannya!

Contoh Praktik Arisan yang Mengandung Riba

Lalu, seperti apa arisan yang terlihat biasa saja tapi ternyata bermasalah? Berikut beberapa contoh yang sering terjadi di lapangan.

  • Arisan dengan Sistem Lelang (Call Arisan)
    Peserta membayar lebih agar mendapat giliran lebih cepat, sehingga ada tambahan nilai karena waktu yang termasuk riba nasi’ah.

  • Arisan dengan Bunga atau Jasa Admin Berlebihan
    Adanya potongan atau tambahan 5–10% setiap bulan yang tidak sesuai biaya riil menjadikannya keuntungan sepihak yang termasuk riba.

  • Denda Keterlambatan yang Dinikmati Anggota
    Denda yang dikumpulkan lalu dibagi ke anggota lain berubah menjadi keuntungan dari kesulitan orang lain, mendekati praktik riba dan gharar.

  • Arisan Barang dengan Harga Melebihi Pasar secara Tidak Wajar
    Harga barang dalam arisan jauh di atas harga pasar sehingga selisihnya menjadi keuntungan tersembunyi yang tidak transparan.

Sebagai pengingat, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap pinjaman yang menghasilkan manfaat (tambahan) maka itu adalah riba.”
(HR. Al-Baihaqi, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Perbedaan Arisan Syar’i vs Arisan Riba

Agar lebih mudah memahami, berikut perbandingan sederhana yang sering menjadi acuan dalam praktik sehari-hari:

Aspek PerbandinganArisan Syar’i (Boleh)Arisan Mengandung Riba (Dilarang)
Nilai SetoranSama rata untuk semua anggotaBerbeda-beda tergantung urutan menang
Jumlah yang DiterimaTotal setoran utuh (dikurangi biaya admin riil)Dipotong untuk “lelang” atau bunga
Denda TerlambatSifatnya edukasi/sosial (masuk kotak amal)Dibagi-bagikan sebagai keuntungan anggota
Tujuan UtamaTolong menolong (Ta’awun)Mencari keuntungan dari uang

Perbedaan ini tampak sederhana, namun dampaknya besar. Satu sisi membawa keberkahan, sisi lain bisa menghilangkan nilai ibadah dalam aktivitas tersebut.

Baca Juga: Keluarga Pecah Karena Warisan? Ini Solusi dari Hukum Waris Islam

Bahaya Riba dalam Keberkahan Harta

Riba bukan sekadar larangan biasa. Dampaknya luas dan sering terasa dalam jangka panjang.

Allah berfirman:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.”
(QS. Al-Baqarah: 276)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Jauhilah tujuh dosa besar…” (salah satunya riba)
(HR. Bukhari & Muslim)

Riba sering terlihat menguntungkan di awal. Namun perlahan, keberkahan terasa berkurang. Harta ada, tapi ketenangan terasa hilang.

Tips Arisan agar Tetap Berkah

Agar arisan tetap aman dan membawa manfaat, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan sejak awal.

  • Transparansi Biaya Admin
  • Akad yang Jelas
  • Sanksi Sosial non-Materi

Transparansi membuat semua pihak merasa adil. Tidak ada yang dirugikan, tidak ada yang diuntungkan secara berlebihan.

Selain itu, sanksi sosial bisa menjadi solusi ringan. Misalnya berbagi makanan saat terlambat, sederhana tapi tetap menjaga komitmen bersama.

Kesimpulan

Jadi, arisan bisa menjadi ladang kebaikan jika dijalankan dengan prinsip yang benar. Ketika tujuannya adalah saling membantu, maka keberkahannya akan terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, jika sudah bercampur dengan tambahan, bunga, atau sistem yang tidak adil, maka arisan berpotensi menjadi sumber masalah, baik secara finansial maupun spiritual.

Menjaga harta tetap bersih bukan hanya soal cara mendapatkannya, tetapi juga bagaimana mengelolanya dengan bijak.

Sebagai langkah nyata menjaga keberkahan, menyalurkan sebagian harta melalui zakat, infak, dan sedekah bersama Rumah Zakat dapat menjadi pilihan yang menenangkan hati sekaligus menghadirkan manfaat luas bagi sesama.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait