Hutang sering bermula dari niat baik, namun berubah menjadi beban saat riba ikut menyelinap. Angka terus bertambah, hati terasa sempit, dan ketenangan ibadah perlahan menghilang. Situasi ini banyak dialami, bahkan oleh mereka yang awalnya merasa sanggup mengelola.
Islam tidak membiarkan umatnya terjebak tanpa jalan keluar. Ada peringatan keras tentang riba, sekaligus panduan doa, amalan, dan langkah nyata agar hidup kembali tertata. Nah, di artikel ini, Rumah Zakat membahasnya lebih lanjut. Yuk, simak terus!
Bahaya Riba dan Mengapa Harus Segera Ditinggalkan
Sebelum berbicara tentang solusi, penting memahami mengapa riba begitu tegas dilarang dalam Islam. Larangan ini bukan sekadar hukum, melainkan bentuk kasih sayang Allah agar manusia terhindar dari kerusakan hidup.
Riba disebut sebagai dosa besar dengan ancaman yang berat. Dalam beberapa riwayat, riba memiliki banyak cabang dosa dan termasuk memakan hak orang lain, khususnya mereka yang sedang kesulitan. Dampaknya terasa nyata: rezeki tersendat, urusan berantakan, dan hati sulit merasa cukup.
Allah SWT berfirman:
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah: 276)
Karena itu, meninggalkan riba secepat mungkin dan beralih ke solusi syariah seperti qardhul hasan menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih amanah dan barokah.
Baca Juga: Lebih Berat dari Zina? Penjelasan Lengkap Dosa Riba dalam Islam
Doa Pelunas Hutang Sesuai Sunnah
Setelah menyadari bahayanya, Islam juga mengajarkan doa-doa yang menjadi pegangan saat berada dalam kesempitan. Doa bukan sekadar rangkaian kata, tetapi bentuk pengakuan bahwa pertolongan sejati datang dari Allah.
Berikut doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW dan dianjurkan untuk diamalkan secara rutin.
1. Doa Rasulullah SAW kepada Abu Umamah (dibaca 3x setelah shalat)
Allahummak-fini bi halalika ‘an haramika, wa aghnini bi fadhlikka ‘amman siwaka.
Artinya: Cukupkan aku dengan rezeki halal-Mu dari yang haram, dan kayakan aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu.
2. Doa Perlindungan dari Hutang dan Dosa
Allahumma inni a‘udzu bika minal hammi wal hazan, wal ‘ajzi wal kasal.
Doa ini mengajarkan perlindungan dari beban pikiran, kelemahan, dan kemalasan yang sering menjadi pintu masalah finansial.
3. Doa Rezeki Halal
Ya Hayyu ya Qayyum birahmatika astagfir
Diamalkan 100 kali sehari sebagai bentuk ketergantungan penuh kepada Allah dalam urusan rezeki.
Apakah doa saja cukup? Doa adalah pondasi, namun perlu dikuatkan dengan amal nyata.
Amalan Pengetuk Pintu Langit untuk Hutang Cepat Lunas
Doa akan semakin kuat ketika dibarengi amalan yang konsisten. Islam mengajarkan beberapa amalan sederhana, tetapi dampaknya luar biasa jika dilakukan dengan istiqamah.
- Taubat Nasuha
Niat tulus meninggalkan riba sepenuhnya dan berjanji tidak kembali, apa pun kondisinya. - Istighfar 100 Kali Sehari
Astaghfirullahal ‘azhim menjadi pembuka pintu rezeki yang sering terasa tertutup. - Shalat Tahajud dan Dhuha
Dua rakaat dengan niat hajat yang spesifik, termasuk memohon pelunasan hutang. - Sedekah Meski Sedikit
Bahkan Rp10.000 per hari. Janji Allah jelas, sedekah tidak akan mengurangi harta.
Mengapa sedekah dianjurkan saat masih berhutang? Karena Allah sendiri yang menjanjikan pengganti yang lebih baik.
Baca Juga: Sering Dianggap Biasa, Ini Contoh Riba dalam Jual Beli
Langkah Praktis Mengelola Hutang Secara Islami
Spiritualitas yang kuat perlu disertai ikhtiar yang nyata. Islam tidak mengajarkan pasrah tanpa usaha, tetapi keseimbangan antara doa dan tindakan.
- Catat Seluruh Hutang Secara Rinci
Nominal, jatuh tempo, dan kreditur disusun agar prioritas pelunasan jelas. - Lakukan Musyawarah dengan Kreditur
Negosiasi penghapusan bunga atau denda melalui pendekatan akad yang lebih syariah. - Lepas Aset Tidak Produktif dan Hidup Lebih Qana’ah
Kurangi beban, fokus pada kebutuhan utama, dan cari sumber penghasilan yang halal.
Langkah ini mungkin terasa berat di awal, namun justru menjadi titik balik menuju kebebasan finansial yang diridhai Allah.
Kesimpulan
Jadi, terjerat hutang riba bukan akhir segalanya. Islam memberikan peringatan agar segera meninggalkannya, sekaligus solusi berupa doa sunnah, amalan pembuka rezeki, dan langkah praktis yang bisa langsung diterapkan.
Sebagai bagian dari ikhtiar menjemput keberkahan dan membersihkan harta, menyalurkan zakat, sedekah, atau infak melalui Rumah Zakat dapat menjadi jalan berbagi kebaikan sekaligus mengetuk pintu pertolongan Allah.

