EFEK MERAPI DI ICD DANUREJAN DAN MERGANGSAN

YOGYAKARTA. Dua dari tujuh Integrated Community Depelovment (ICD) yang ada di Yogyakarta terancam banjir. Dua ICD tersebut yaitu ICD Danurejan dan Mergangsan. Di kedua ICD ini, banyak warga yang tinggal di bantaran Sungai Code. Sungai yang dalam beberapa hari ini hangat diberitakan diberbagai media.

Sungai ini menjadi ‘istimewa’, karena selain melintasi kawasan kota Yogyakarta, lahar dingin yang dimuntahkan Merapi pun mengalir ke sini. Aliran air yang semakin deras dan volume air yang semakin banyak, menyebabkan ketinggian air di sungai ini menjadi lebih tinggi dibanding dengan hari-hari biasanya.

Cahyo, salah seorang member Rumah Zakat yang tinggal dekat dengan Sungai Code berkata bahwa pada Jumat (5/11) Sungai Code yang berada di belakang rumahnya, mengalir begitu deras. Selain membawa pasir Merapi, air yang mengalir sejak dini hari tadi pun menghanyutkan batu-batu yang berukuran cukup besar.

Menanggapi hal ini Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Walikotanya mengatakan bahwa pemerintah sudah mempersiapkan antisipasi apabila ada hal-hal yang mungkin terjadi akibat meluapnya Sungai Code ini. Seperti yang diberitakan pada salah satu televisi swasta, Harry Zudianto selaku Walikota Yogyakarta mengungkapkan bahwa dirinya dan jajarannya sejak kemarin (7/11)sudah melakukan berbagai hal untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari meluapnya sungai ini. Ia dan jajarannya sudah stanby 18 jam perhari. Memantau terus perkembangan sungai ini.

Jika volume air ini terus bertambah, ada kemungkinan beberap rumah yang ada di bantaran Sungai Code ini akan terkena dampaknya, pasalnya, tidak semua pinggiran sungai ini dibangun tanggul penahan air.

Newsroom/Zaenal Abidin

Yogyakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi