Sukabumi, 15 Januari 2026 – Yayasan Indonesia Setara bersama Rumah Zakat terus mendorong lahirnya ibu rumah tangga berdaya ekonomi melalui program pemberdayaan berbasis keterampilan dan teknologi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Baking Rumahan bertema “Dari Dapur Jadi Cuan” yang digelar di Aula Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Peran ibu rumah tangga tidak hanya terbatas pada pengasuhan dan pengelolaan rumah tangga. Lebih dari itu, ibu juga memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Dengan memanfaatkan keterampilan memasak, jaringan pertemanan, serta teknologi sederhana seperti telepon genggam, ibu rumah tangga dapat mengembangkan usaha produktif dari rumah.
Melihat potensi tersebut, Rumah Zakat berkolaborasi dengan Yayasan Indonesia Setara menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan yang diikuti oleh 50 ibu rumah tangga berusia 21 hingga 40 tahun. Seluruh peserta mengikuti kegiatan secara aktif dari awal hingga akhir.
Pembukaan dan Dukungan Aparatur Desa
Kegiatan dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Relawan Inspirasi Rumah Zakat, tim Yayasan Indonesia Setara, perwakilan Skies, serta aparatur Desa Kertaangsana. Dalam sambutannya, Relawan Inspirasi Rumah Zakat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Kertaangsana sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Sementara itu, Sekretaris Desa Kertaangsana, Bapak Dindin, berharap kegiatan ini dapat memperkuat potensi desa dan melahirkan produk unggulan khas masyarakat setempat.
Praktik Baking Berbasis Bahan Lokal
Sesi pertama workshop dipandu oleh tim Skies yang dipimpin oleh Coach Ida Noor dengan praktik pembuatan kue talam singkong. Selanjutnya, peserta diajak membuat muffin pisang pada sesi kedua. Kedua menu ini dipilih karena menggunakan bahan baku lokal yang mudah diperoleh dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan. Selain praktik memasak, peserta juga dibekali teknik penataan kue agar tampil menarik dan memiliki nilai jual.
Pemanfaatan AI untuk Pemasaran Produk
Pada sesi terakhir, Yayasan Indonesia Setara memperkenalkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pemasaran produk. Peserta tampak antusias saat melihat hasil desain promosi yang dibuat langsung dari ponsel mereka. Hal ini membuka wawasan baru bahwa teknologi digital dapat dimanfaatkan secara praktis untuk memperluas jangkauan pasar.
Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Setara, Ibu Erna Usman, menegaskan pentingnya ibu rumah tangga berdaya ekonomi agar keluarga tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan. Ia juga mendorong peserta untuk terus memanfaatkan keterampilan yang diperoleh, baik dalam produksi maupun promosi.
Dampak dan Tindak Lanjut Program
Salah satu peserta, Ibu Ade, mengaku sangat terkesan dengan workshop ini karena materi yang disampaikan mudah dipahami, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan usaha kuliner rumahan. Sementara itu, Ibu Deudeu berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali dengan durasi yang lebih panjang dan variasi menu yang lebih beragam.
Meski kegiatan telah berakhir, program pendampingan tetap berlanjut. Peserta ditantang untuk mulai melakukan penjualan melalui media promosi yang telah dibuat. Sebanyak lima peserta dengan penjualan terbanyak saat kick off serta sepuluh local champion terbaik setelah pendampingan akan mendapatkan bantuan modal usaha dari Yayasan Indonesia Setara. Selain itu, peserta juga akan memperoleh pendampingan daring guna memastikan keberlanjutan usaha hingga memiliki produk dan merek sendiri.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.
Newsroom
Muhammad Rizal Rahman


