INI RISIKO PAKAI MASKER TIDAK MENUTUPI HIDUNG

Masker sejatinya harus dikenakan dengan menutup hidung dan mulut. Namun, ada saja orang yang sengaja mengenakannya merosot di bawah hidung, sekadar untuk menutup mulutnya.

Perilaku seperti itu sangat berisiko di masa pandemi Covid-19. Virus corona tipe baru, SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit tersebut berpeluang memasuki tubuh dari hidung yang tak terlindungi oleh masker.

“Ini seperti mengenakan celana dengan sebelah kaki. Masker atau penutup wajah lainnya harus menutupi mulut dan hidungmu,” kata Dr Frederick Davis, Ketua Asosiasi Kedokteran Emergency di Northwell Health di New York, dilansir Fox News, Kamis (27/8).

Sebuah studi dari University of North Carolina (UNC) yang diterbitkan dalam jurnal Cell menunjukkan bahwa virus corona cenderung lebih dulu menembus dan menginfeksi rongga hidung. Dalam beberapa kasus, virus dapat tersedot ke paru-paru hingga menyebabkan pneumonia.

Tim peneliti di UNC menggunakan sel reporter untuk melacak perjalanan virus SARS-CoV-2 dan memetakan lokasi penyusupannya ke saluran pernapasan. Mereka mencatat virus corona tersebut paling banyak menginfeksi saluran hidung dan infiltrasi menurun saat berada di jalur pernapasan berikutnya, yakni di tenggorokan dan paru-paru.

Laporan yang diterbitkan juga mengungkapkan bahwa virus menargetkan reseptor sel ACE2 (angiotensin-converting enzyme-2) sebagai alat untuk masuk ke tubuh. Reseptor ACE2 banyak terdapat di jaringan lapisan hidung dan kurang lazim di saluran pernapasan bagian bawah.

Salah satu penulis penelitian mengatakan bahwa hal ini dapat menjelaskan alasan bagian hidung sebagai saluran pernapasan bagian atas lebih rentan terhadap infeksi Covid-19. Fenomena itu juga mengungkap pentingnya memakai masker.

“Sayangnya, SARS-CoV-2 telah belajar cara menghindari mekanisme pertahanan normal pada hidung inang yang dan menggunakan reseptor ini untuk menginfeksi sel lapisan hidung,” kata rekan penulis senior studi tersebut, Dr Richard Boucher, Direktur Marsico Lung Institute di  Fakultas Kedokteran UNC.

Boucher menjelaskan, ketika terinfeksi, sel hidung dapat menjadi tempat yang subur untuk perkembangbiakan virus. Virus yang diproduksi di hidung kemudian bisa terdistribusikan ke jaringan penciuman di atap hidung hingga menyebabkan hilangnya kemampuan mencium aroma.

Virus juga bisa menyebar ke mulut, menginfeksi kelenjar ludah dan menghasilkan gejala mulut kering. Begitu turun ke paru-paru, virus bisa memicu sesak napas, pneumonia, dan bahkan kematian.

“Jadi masker harus melindungi hidung agar efektif mencegah penularan dan penyebaran Covid-19,” jelas Boucher.

sumber: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia