Menunaikan zakat bukan hanya mengugurkan kewajiban sebagai seorang muslim. Banyak orang menganggap kerugian hidup hanya soal tidak punya tabungan atau kondisi finansial yang belum stabil.
Padahal, dalam Islam, orang yang benar-benar rugi bukan hanya mereka yang kekurangan harta, tetapi mereka yang menghabiskan seluruh tenaga dan waktunya untuk bekerja dan mengejar dunia, sementara akhirat justru tidak dipersiapkan.
Di era serba sibuk seperti sekarang, bekerja keras sering kali menjadi prioritas utama.
Target karier, bisnis, dan kebutuhan keluarga membuat banyak orang lupa untuk berhenti sejenak dan bertanya: sudah sejauh mana kita menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah dunia?
Baca Juga: Apakah Emas Perhiasan Wajib Dizakati? Ini Penjelasan Lengkapnya
Peringatan Allah tentang Harta dan Keluarga
Allah SWT telah mengingatkan hal ini dengan sangat jelas dalam Al-Qur’an. QS. Al-Munafiqun: 9
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi.
Harta dan keluarga sejatinya adalah amanah dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Namun ketika keduanya justru menjauhkan kita dari ibadah, sedekah, dan kepedulian sosial, maka di situlah letak kerugian yang sesungguhnya.
Kerja Keras Itu Baik, Asal Seimbang
Islam tidak pernah melarang umatnya untuk bekerja keras. Bahkan, mencari nafkah adalah bagian dari ibadah.
Namun, kerja keras perlu diimbangi dengan kesadaran spiritual dan kepedulian terhadap sesama. Salah satu cara menjaga keseimbangan tersebut adalah dengan menunaikan zakat.
Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bisa membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan menjadi tabungan amal untuk akhirat.
Dengan berzakat, harta yang kita miliki tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga membantu mereka yang membutuhkan.
Baca Juga: Zakat Penghasilan: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya
Zakat sebagai Bekal Dunia dan Akhirat
Zakat menjadikan harta lebih bermakna, menenangkan hati, serta memperkuat solidaritas sosial.
Inilah bentuk investasi terbaik yang hasilnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga di akhirat.
Mari kita usahakan kejar dunia dan persiapkan bekal untuk akhirat. Yuk tunaikan zakatmu, di sini.


