[:ID]MENGAIS RUPIAH MELALUI TANAMAN HIDROPONIK[:en]GAINING INCOME THROUGH HYDROPONIC PLANTS[:]

[:ID]MENGAIS RUPIAH MELALUI TANAMAN HIDROPONIKJAKARTA. Lahan luas untuk penghijauan kian sulit ditemukan terutama di daerah perkotaan seperti DKI Jakarta. Wilayah perkebunan atau pertanian sepertinya hanya akan sering ditemui di desa dan perkampungan saja. Di DKI Jakarta selain faktor lahan yang terbatas, faktor udara maupun suhu pun tidak mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan. Ditambah juga dengan sulitnya memperoleh air berish.

Namun ada pemandangan berbeda jika berkunjung ke rusunwa Jatinegara Kaum, saat memasuki gerbang portal Rusunawa masih terlihat seperti keadaaan sebagaimana di tempat-tempat di Ibu Kota pada umumnya, jarang pohon dan penghijaun.

Namun saat kita memasuki kawasan Rusunawa di blok A dan B mata kita akan dimanjakan oleh suasana hijau dan asri, hal ini dikarenakan terdapat 2 green house hidroponik.

“Hidroponik sendiri merupakan cara tanam tanaman menggunakan media air tanpa tanah. Air yang digunakan dalam menanam dengan system hidroponik jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan menanam tanaman di permukaan tanah. Air yang digunakan cenderung lebih terkontrol kualitas kebersihannya. Cara tanam ini sangata cocok diterapkan di daerah perkotaan seperti Jakarta, dengan lahan sempit, dan air yang sulit tanaman hidroponik bisa bertumbuh dengan sehat.” Tutur Nurdin fasilitator RZ di ICD Jatinegara Kaum.

Adapun tanaman yang cocok ditanam menggunakan metode hidroponik merupakan tanaman sayuran seperti pakcoy, sawi, kangkung, kalian, selada dan tanaman buah berakar serabut seperti tomat dan cabai.

Tanaman hidroponik di Jatinegara Kaum diurus oleh 2 orang warga bernama Mawi dan Kasun. Pada hari ini nampak mereka sedang memanen sebagian sayuran hidroponik. Mereka memetik beberapa sayuran pakcoy dan kailan, lalu kemudian menimbangnya dan mengemasnya ke dalam plastik kemasan.

“Alhamdulillah program hidroponik menjadikan rusunawa menjadi lebih hijau dan asri, selain baik untuk lingkungan tanaman hidroponik juga bisa menambah uang dapur kami, seperti pada hari ini ada pembeli 2 kg pakcoy dan 2 kg kailan. Kami menjual Rp 15.000/250 gram. Yang biasanya bandrol Rp 20.000 di mall.” ungkap Kasdun (27/01)

Nampaknya sistem tanam hidroponik ini bisa menjadi solusi penghijauan di Ibu Kota DKI Jakarta jika dilakukan di semua titik.

Newsroom/Yadi Mulyadi
Jakarta[:en]MENGAIS RUPIAH MELALUI TANAMAN HIDROPONIKJAKARTA. Extensive land for afforestation increasingly difficult to find, especially in urban areas such as DKI Jakarta. Plantations or agricultural region will likely only often found in village. In addition the limited land factor, air and temperature factors also did not favor for agriculture and plantation activities in Jakarta. Moreover it was difficult to have clean water.

But there are different views we can find at Rusunwa Jatinegara Kaum, Jakarta. When enter the Rusunawa in blocks A and B, our eyes will be spoiled by a green and lush atmosphere, this is because there are two green house hydroponics.

“Hydroponics itself is a way of growing plants without soil and using water media. Water used in hydroponic system to grow with much less when compared with planting in the ground. Water used tend to be better controlled quality of cleanliness. This planting method is very suitable to be applied in urban areas such as Jakarta, with small land, and limited clean water.”Said Nurdin, ICD facilitator of RZ in Jatinegara Kaum.

The plant that suitable grown using a hydroponic method of vegetable crops such as ‘pakcoy’, collards, kale, ‘kailan’, lettuce and fruit crops fibrous roots such as tomatoes and peppers.

The hydroponic plants in Jatinegara taken care of by two people resident named Mawi and Kasun. On this day they were harvesting partially visible hydroponic vegetables. They pick some vegetables like pakcoy and kailan, and then they measure and pack it.

“Alhamdulillah hydroponics program made this Rusunawa become greener and lush, besides it’s good for the environment hydroponic plants can also add our income, like today there are buyers who buy 2 kg ‘pakcoy ‘ and 2 kg kailan. We sell it 15.000 Rupiahs per 250 gram. Which is usually priced 20.000 Rupiahs in the mall. Ours is cheaper. “said Kasdun, (27/01).

It seems that this hydroponic cultivation system could be a reboitation solution for the capital city of Jakarta, if it’s done at all points.

Newsroom / Yadi Mulyadi
Jakarta[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia