Mengkritik adalah bagian dari interaksi sosial. Namun, dalam Islam, kritik tidak boleh disampaikan dengan cara yang melukai, merendahkan, atau membuka aib orang lain. Karena itu, memahami cara mengkritik dengan baik menurut Islam menjadi hal penting agar niat memperbaiki tidak berubah menjadi sumber dosa.
Islam mengajarkan bahwa setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk ketika menyampaikan kritik.
Baca juga : Jangan Sampai Salah! Ketahui Perbedaan Antara Ghibah dan Kritik
Pandangan Islam tentang Kritik
Dalam Islam, kritik termasuk bagian dari amar ma’ruf nahi munkar, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Namun, tujuan utama kritik bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk memperbaiki.
Rasulullah SAW mencontohkan cara menegur yang penuh hikmah, lembut, dan menjaga kehormatan orang lain. Oleh sebab itu, kritik harus disampaikan dengan adab dan niat yang lurus.
Niat yang Benar dalam Mengkritik
Langkah pertama dalam mengkritik dengan baik menurut Islam adalah meluruskan niat. Kritik seharusnya:
– Bertujuan memperbaiki, bukan mempermalukan
– Didorong oleh kepedulian, bukan emosi
– Disampaikan karena Allah, bukan demi ego pribadi
Tanpa niat yang benar, kritik bisa berubah menjadi ghibah atau fitnah.
Menggunakan Kata-Kata yang Lembut
Islam sangat menekankan pentingnya tutur kata. Allah SWT berfirman agar manusia berkata dengan perkataan yang baik. Karena itu, kritik hendaknya disampaikan dengan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.
Kata-kata yang lembut lebih mudah diterima dan tidak menimbulkan luka di hati. Sebaliknya, kritik yang kasar sering kali justru menimbulkan penolakan.
Tidak Membuka Aib Orang Lain
Salah satu adab penting dalam mengkritik adalah tidak membuka aib di hadapan umum. Jika memungkinkan, kritik sebaiknya disampaikan secara empat mata.
Menjaga kehormatan sesama Muslim adalah kewajiban. Bahkan, Islam sangat melarang menyebarkan keburukan orang lain tanpa alasan yang dibenarkan.
Memilih Waktu dan Cara yang Tepat
Selain isi kritik, waktu dan cara penyampaian juga perlu diperhatikan. Kritik yang benar tetapi disampaikan pada waktu yang salah bisa kehilangan maknanya.
Oleh karena itu, pilihlah momen yang tepat, suasana yang kondusif, dan cara yang bijaksana agar pesan dapat diterima dengan baik.
Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam menyampaikan nasihat dan kritik. Beliau sering menegur dengan cara umum tanpa menyebut nama, sehingga tidak menyakiti perasaan seseorang.
Keteladanan ini menunjukkan bahwa mengkritik dengan baik menurut Islam harus dilandasi akhlak mulia dan kasih sayang.
Baca juga : Adab Ketika Memberi Nasihat
Penutup
Mengkritik dengan baik menurut Islam bukan hanya soal menyampaikan kesalahan, tetapi juga tentang menjaga adab, niat, dan akhlak. Dengan cara yang tepat, kritik dapat menjadi sarana perbaikan dan mempererat ukhuwah.
Semoga kita mampu menjaga lisan dan menjadikan kritik sebagai jalan menuju kebaikan bersama
Akhlak yang baik tidak hanya tercermin dari ucapan, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama. Salah satu wujud kepedulian tersebut adalah dengan berbagi.
Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui Rumah Zakat


