Setelah Cerai, Berapa Nafkah Anak yang Harus Diberikan Ayah? Ini Ketentuannya!

oleh | Mar 26, 2026 | Inspirasi

Perceraian memutus hubungan suami istri, tetapi tidak pernah memutus hubungan ayah dan anak. Di titik inilah banyak pertanyaan muncul: berapa nafkah yang wajib diberikan setelah berpisah?

Dalam Islam, tanggung jawab ayah terhadap anak tetap melekat meski rumah tangga telah berakhir. Nah, di artikel ini Rumah Zakat akan membahas ketentuan nafkah anak dari sisi syariat dan hukum yang berlaku. Yuk, simak terus!

Kewajiban Nafkah Anak dalam Pandangan Islam

Sebelum membahas nominal, penting memahami bahwa nafkah anak adalah kewajiban syar’i yang jelas dan tegas.

Allah SWT berfirman:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang patut.”
(QS. Al-Baqarah: 233)

Ayat ini menjadi dasar bahwa ayah bertanggung jawab atas kebutuhan anak. Status pernikahan boleh berubah, namun kewajiban ini tetap berjalan selama anak belum mandiri.

Apa Saja yang Termasuk dalam Nafkah Anak?

Banyak yang mengira nafkah hanya sebatas uang bulanan. Padahal dalam Islam, cakupannya jauh lebih luas dan menyentuh seluruh kebutuhan hidup anak.

  • Kebutuhan Pokok (Sandang & Pangan)
    Makanan bergizi dan pakaian layak adalah dasar nafkah. Ini bukan soal mewah, tetapi soal kepatutan sesuai kondisi sosial setempat.

  • Tempat Tinggal (Papan)
    Anak berhak tinggal di lingkungan yang aman dan layak. Meski tinggal bersama ibu, tanggung jawab biaya tetap berada pada ayah.

  • Pendidikan
    Biaya sekolah, buku, hingga kebutuhan belajar termasuk dalam nafkah. Pendidikan adalah bekal masa depan yang tidak boleh diabaikan.

  • Kesehatan
    Pengobatan, vitamin, hingga kebutuhan medis rutin juga menjadi bagian dari nafkah yang wajib dipenuhi.

  • Kebutuhan Spiritual
    Pendidikan agama, pembinaan akhlak, dan lingkungan yang baik juga termasuk tanggung jawab ayah.

Baca Juga: Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Bolehkah Minta Cerai Menurut Islam?

Berapa Besaran Nominal Nafkah yang Harus Diberikan?

Islam tidak menentukan angka pasti, tetapi memberikan prinsip yang adil dan bijaksana.

  • Prinsip Kemampuan
    Allah SWT berfirman:

    لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِ

    “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya.”
    (QS. At-Talaq: 7)

    Artinya, besaran nafkah disesuaikan dengan kemampuan finansial ayah.

  • Standar Kelayakan
    Nafkah diberikan sesuai standar hidup yang layak di lingkungan tempat tinggal anak, bukan sekadar angka minimal.

  • Ketentuan Hukum Indonesia
    Dalam praktik di Pengadilan Agama, hakim biasanya menetapkan kisaran 1/3 hingga 1/2 penghasilan ayah untuk nafkah anak, tergantung kondisi kasus.

Parameter Penentuan Besaran Nafkah Anak

Beberapa faktor berikut biasanya menjadi pertimbangan dalam menentukan besaran nafkah.

Faktor PenentuPenjelasan
Pendapatan AyahTotal penghasilan bulanan setelah dikurangi kebutuhan pokok pribadi.
Kebutuhan Spesial AnakBiaya tambahan jika anak memiliki kondisi kesehatan atau pendidikan khusus.
Biaya Hidup LokalStandar harga pangan dan tempat tinggal di daerah anak berada.
Jumlah AnakPembagian yang adil jika anak lebih dari satu.

Pertanyaannya, apakah bisa disamaratakan? Tidak. Setiap keluarga memiliki kondisi unik yang perlu dipertimbangkan secara adil.

Baca Juga: Istri Selalu Minta Cerai Saat Bertengkar? Begini Pandangan Islam Tentang Hal ini!

Bagaimana Jika Ayah Lalai Memberikan Nafkah?

Kelalaian dalam memberi nafkah bukan hanya masalah sosial, tetapi juga persoalan agama dan hukum.

Dalam Islam, menelantarkan anak termasuk dosa besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.”
(HR. Abu Dawud)

Secara hukum di Indonesia, ibu dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama untuk menuntut hak nafkah anak yang tidak dipenuhi.

Kesimpulan

Jadi, nafkah anak setelah perceraian bukan sekadar kewajiban moral, tetapi perintah agama yang jelas dan memiliki konsekuensi hukum.

Besaran nafkah ditentukan oleh kemampuan ayah, kebutuhan anak, serta standar kelayakan hidup di lingkungan tempat tinggalnya.

Nah, sebagai wujud kepedulian pada masa depan anak-anak yang membutuhkan, menyalurkan kebaikan melalui zakat, sedekah, dan donasi di Rumah Zakat dapat menjadi langkah nyata berbagi keberkahan.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait