Aceh Utara, 31 Desember 2025 — Pelatihan tukang Aceh Utara digelar oleh Rumah Zakat melalui kolaborasi bersama Tim Ahli Konstruksi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Tim Ahli Kebencanaan. Program ini dilaksanakan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan 100 unit Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir.
Pelatihan vokasional ini melibatkan 14 peserta terpilih. Sebanyak 10 peserta merupakan warga asli Desa Geudumbak, sementara 4 peserta lainnya berasal dari Kabupaten Bireuen. Melalui pelatihan tukang Aceh Utara ini, para peserta dibekali keterampilan konstruksi kayu agar mampu menjadi tenaga terampil dalam pembangunan huntara bagi para penyintas banjir.
Selain untuk mempercepat pembangunan huntara, pelatihan ini juga bertujuan menyiapkan sumber daya manusia lokal yang siap memimpin proses konstruksi. Oleh karena itu, para peserta dipersiapkan untuk terlibat langsung dalam pembangunan huntara di wilayah Sumatera, khususnya di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen sebagai lokasi prioritas intervensi berikutnya.
Tim Ahli Sipil dari Universitas Gadjah Mada, Ashar, mengungkapkan apresiasinya terhadap antusiasme warga selama pelatihan berlangsung. Menurutnya, peserta mampu menyerap teknologi konstruksi yang diajarkan dengan sangat cepat.
“Saya gembira masyarakat bisa menerima gagasan kami. Mereka memahami teknologi yang kami buat dengan sangat cepat. Bahkan, warga mengatakan siap membangun rumah huntara hanya dengan tiga orang saja,” ujar Ashar.
Kolaborasi Rumah Zakat dan UGM Beri Dampak Nyata
Sementara itu, efektivitas pelatihan tukang Aceh Utara ini langsung terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan konstruksi di lapangan.
Pak Daud, salah satu peserta pelatihan, menyampaikan optimismenya terhadap progres pembangunan huntara yang dikerjakan bersama tim.
“Lumayan memuaskan karena sudah mencapai 60 persen progres pembangunan dalam satu hari. Semoga besok bisa lebih cepat lagi,” ungkap Pak Daud.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Rumah Zakat berharap pembangunan huntara tidak hanya menghadirkan hunian layak bagi para penyintas banjir. Lebih dari itu, program ini juga diharapkan menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan vokasional yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih kuat dan mandiri berbasis potensi warga lokal.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.
Newsroom
Muhammad Rizal Rahman


