PEREKAT PLASTIK UNTUK KELANCARAN USAHA IBU IPAH

SUKABUMI. Wajah ibu Ipah tampak terlihat sangat lelah. Perempuan yang saat ini sudah memasuki usia 48 tahun ini tidak pernah berhenti berusaha untuk keluarganya. Di tengah kelelahan fisik yang ia jalani sehari-harinya, Ibu Ipah pun harus menahan rasa sakit karena penyakit ambeyen. Ibu Ipah menderita ambeyen sejak satu tahun terakhir.

Dokter sudah menyaranakan Ibu Ipah untuk dioperasi, tapi karena keterbatasan biaya, ia hanya mampu mengobati dengan obat tradisional. Tidak hanya itu, sang suamipun saat ini kondisinya sedang sakit darah tinggi, sehingga tidak bisa beraktivitas.

Rasa cintanya kepada keluarga memaksanya untuk terus berusaha dan bertahan ditengah sakitnya. Ia harus membiayai 3 anaknya yang masih sekolah dan memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Kini, ibu Ipah bersama keluarganya tinggal di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung Kab. Sukabumi, Jawa Barat.

Sudah hampir 10 tahun ibu Ipah berjualan keripik singkong dan keripik pisang. Biasanya ia menitipkan ke beberapa warung dengan berjalan kaki. Proses produksi cukup memakan waktu lama, mulai menggoreng, mengemas sampai memasarkannya.

Sudah enam bulan terakhir ini, Relawan Rumah Zakat Kertaangsana rutin memberikan pembinaan. Hal penting yang perlu dibantu dalam usahanya bu Ipah, salah satunya adalah mengenai pengemasan atau packaging. Biasanya Ibu Ipah memerlukan waktu lama untuk mengemas keripik, karena masih dengan cara manual, yaitu dengan menggunakan lilin. Maka dari itu, untuk memudahkan pekerjaannya, Rumah Zakat memberikan bantuan berupa sealer atau perekat plastik.

“Alhamdulillah, terimakasih saya ucapkan kepada Rumah Zakat dan donaturnya. Sekarang ibu bisa lebih cepat mengemas keripik, karena sudah ada alat ini. Semoga usaha ibu lebih berkembang lagi,” ungkapnya bahagia.

Newsroom/Wanda Yulianto

Kertaangsana

 

 

Tags :
Konfirmasi Donasi