Dulu Saleh Sekarang Salah, Tapi Allah Tak Pernah Menutup Pintu Taubat

oleh | Jan 7, 2026 | Inspirasi

Tidak sedikit orang yang pernah berada di jalan kebaikan, rajin beribadah, dekat dengan Allah, namun kemudian tergelincir dalam kesalahan. Ada yang lalu berkata dalam hati, “Aku dulu saleh, sekarang sudah terlalu jauh untuk kembali.” Padahal, Allah tidak pernah menutup pintu taubat bagi hamba-Nya, selama nyawa belum sampai di tenggorokan.

Kesalahan masa lalu tidak menghapus kesempatan untuk kembali. Justru di sanalah rahmat Allah SWT bekerja.

Baca juga : Baca Tulisan Ini Agar Tidak Takut untuk Hijrah

Manusia Bisa Salah, Tapi Rahmat Allah Lebih Luas

Manusia bukan malaikat. Kita bisa lemah, lalai, dan jatuh dalam dosa. Namun Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” QS. Az-Zumar: 53

Ayat ini bukan ditujukan untuk orang yang selalu benar, tetapi untuk mereka yang merasa sudah terlalu jauh berbuat salah.

Dulu Saleh, Sekarang Salah Bukan Akhir Segalanya

Banyak orang merasa malu kembali kepada Allah karena membandingkan dirinya dengan masa lalu. Padahal:

– Allah tidak menilai masa lalu, tapi kejujuran taubat hari ini

– Allah tidak bertanya seberapa sering kita jatuh, tapi apakah kita mau bangkit

– Allah tidak menutup pintu taubat, yang sering tertutup justru hati kita sendiri

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” HR. Tirmidzi

Taubat Tidak Menunggu Sempurna

Kesalahan terbesar bukanlah dosa, melainkan menunda taubat. Banyak orang menunggu menjadi “baik dulu”, padahal taubatlah yang membuat kita menjadi baik.

Taubat tidak menunggu:

– Hati benar-benar bersih

– Iman benar-benar kuat

– Lingkungan benar-benar mendukung

Taubat dimulai dari keberanian berkata: “Ya Allah, aku salah.”

Allah Lebih Bahagia dari Taubat Hamba-Nya

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah sangat bergembira ketika seorang hamba kembali bertaubat. Kegembiraan itu bahkan diumpamakan lebih besar daripada seseorang yang menemukan kembali hartanya yang hilang di padang pasir.

Artinya, saat kita kembali kepada Allah, kita tidak datang sebagai beban, tetapi sebagai hamba yang dirindukan.

Bangkit Pelan-Pelan, Allah Tetap Menyambut

Jika hari ini masih tertatih:

– Shalat belum sempurna

– Hati masih bolak-balik

– Dosa masih terasa berat

Jangan berhenti. Allah tidak meminta kita langsung sempurna, tapi terus kembali.

Langkah kecil menuju Allah jauh lebih berarti daripada diam dalam rasa putus asa.

Baca juga : Bagaimana Cara Istiqamah Dalam Berhijrah?

Penutup

Dulu saleh, sekarang salah, bukan berarti Allah berpaling. Selama hati masih ingin kembali, selama lisan masih mampu memohon ampun, pintu taubat tetap terbuka lebar.

Karena sejatinya, Allah tidak pernah lelah memaafkan kita saja yang sering lelah berharap.

Taubat bukan hanya tentang meninggalkan dosa, tetapi juga tentang menumbuhkan kebaikan baru. Salah satu bentuk taubat yang nyata adalah menghadirkan manfaat bagi sesama melalui berbagi.

Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui Rumah Zakat

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait