Program BURSA Rumah Zakat Dorong Panen Sayur di Desa Berdaya Tarongko

oleh | Feb 2, 2026 | Berita

Tarongko, 17 Januari — Program BURSA Rumah Zakat kembali menunjukkan dampak nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan usaha yang berkelanjutan, kebun sayur organik binaan Rumah Zakat di Desa Berdaya Tarongko kembali berhasil melaksanakan panen sawi dan kangkung.

Panen ini dilakukan oleh Ibu Elisabet, salah satu penerima manfaat Program BURSA Rumah Zakat. Kebun sanik atau kebun sayur organik yang dikelolanya menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan sehat di lingkungan sekitar.

Panen Sayur Organik Berbasis Keluarga

Selain itu, proses panen dilakukan bersama suami dan anaknya, Asya. Keterlibatan seluruh anggota keluarga menjadi bagian penting dalam penguatan usaha produktif yang dijalankan. Dengan kebersamaan tersebut, usaha kebun sayur tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menanamkan semangat kerja sama dan kemandirian sejak dini.

Ibu Elisabet menyampaikan rasa syukur atas pendampingan yang ia terima. Menurutnya, Program BURSA Rumah Zakat membantu membuka peluang usaha yang sesuai dengan potensi lokal desa. Oleh karena itu, kebun sayur organik ini dapat dikelola secara berkelanjutan dan produktif.

Harga Sayur dan Akses Pasar Lokal

Saat ini, harga sayur sawi dan kangkung di pasaran berkisar Rp3.500 per ikat. Namun demikian, harga dapat mengalami perubahan tergantung pada ketersediaan sayur. Pada kondisi tertentu, harga tertinggi bahkan dapat mencapai Rp5.000 per ikat.

Hasil panen tersebut dipasarkan langsung ke Pasar Makale. Dengan akses pasar yang relatif dekat, proses distribusi menjadi lebih efisien. Hal ini tentu membantu penerima manfaat dalam menjaga kestabilan pendapatan dari usaha kebun sayur.

Komitmen Program BURSA Rumah Zakat

Melalui Program BURSA Rumah Zakat, pendampingan tidak hanya difokuskan pada bantuan modal, tetapi juga pada penguatan kapasitas usaha dan pemanfaatan potensi lokal desa. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu membangun usaha secara mandiri.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Rumah Zakat dalam menciptakan desa berdaya melalui pengembangan usaha produktif. Khususnya di Desa Berdaya Tarongko, kebun sayur organik menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pemberdayaan ekonomi dapat berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan.

“Terima kasih kepada Rumah Zakat atas bantuan dan pendampingannya,” ungkap Ibu Elisabet. Ia berharap usaha kebun sayur ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarganya.

Ke depan, Rumah Zakat akan terus memperluas dampak Program BURSA agar semakin banyak masyarakat desa yang mandiri secara ekonomi dan berdaya melalui usaha produktif.

Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.

Newsroom

Muhammad Rizal Rahman