Program UMKM Berdaya BPKH Bersama Rumah Zakat Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat

oleh | Jan 14, 2026 | Bencana dan Kemanusiaan, Berita

Jakarta, 9 Januari 2026 – Program UMKM Berdaya BPKH menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat. Melalui kerja sama dengan Rumah Zakat dan Yayasan Insan Setiabudi Jakarta, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menghadirkan pelatihan dan pendampingan usaha bagi pelaku UMKM di wilayah Jakarta.

Program ini didanai dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang dikelola BPKH dalam bidang kemaslahatan. Oleh karena itu, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh jemaah haji, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Kolaborasi BPKH, Rumah Zakat, dan Mitra Kemaslahatan

Pelaksanaan program ditandai dengan seremoni serah terima yang berlangsung di Jakarta. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara BPKH, Rumah Zakat, dan Yayasan Insan Setiabudi Jakarta dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Kemaslahatan, SDM, Pengadaan, dan Umum, Sulistyowati, menyampaikan bahwa dana kemaslahatan harus disalurkan secara tepat sasaran. Menurutnya, pendampingan UMKM menjadi salah satu cara efektif untuk menciptakan pelaku usaha yang mandiri.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong UMKM agar mampu berkembang dan berkelanjutan. Dengan demikian, dana umat dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Dukungan untuk Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Selain itu, Wakil Ketua MPR RI, M. Hidayat Nur Wahid, turut memberikan apresiasi terhadap langkah BPKH. Ia menilai kolaborasi dengan mitra kemaslahatan seperti Rumah Zakat sebagai strategi yang tepat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis syariah.

Menurutnya, sinergi antar lembaga sangat dibutuhkan agar program pemberdayaan dapat berjalan lebih cepat dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Pelatihan dan Pendampingan UMKM Terpilih

Program UMKM Berdaya BPKH menyasar 21 pelaku UMKM terpilih yang telah melalui proses kurasi. Para peserta mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan usaha selama empat bulan.

Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kemampuan manajerial, memperbaiki kualitas produk, serta membuka akses pasar. Dengan begitu, UMKM diharapkan dapat naik kelas dan lebih siap menghadapi persaingan.

Komitmen Pendampingan Berkelanjutan

Sementara itu, Pimpinan Rumah Zakat, Didi Sabir, menegaskan bahwa pendampingan menjadi kunci keberhasilan program. Tidak hanya memberikan materi, tim juga melakukan pengawalan usaha secara langsung.

Melalui program UMKM Berdaya BPKH, diharapkan lahir UMKM berbasis komunitas yang kuat. Pada akhirnya, program ini dapat mendorong pemberdayaan ekonomi umat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional berbasis prinsip syariah.

Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.

Newsroom

Muhammad Rizal Rahman