Ribuan pengungsi gempa lombok mengalami kekurangan pangan, akibatnya terjadi pendistribusian bantuan yang kurang merata. Kondisi ini dikarenakan kondisi penyebaran pengungsi dan geografis wilayahnya berbeda-beda.

Seperti kompleks pengungsian yang berada di perbukitan antara Dusun Kecinan dan Mentigi, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Daerah ini dihuni oleh hampir 1000 pengungsi, lokasi kompleks pengungsian ini tidak terlihat oleh kendaraan yang melintas.

Akibatnya para pengungsi di Dusun Kecinan dan Mentigi ini, mengalami kekurangan makanan dan bantuan logistik lainnya. Keadaan seperti ini, bukan hanya dialami oleh dusun ini saja, namun ada kompleks pengungsian di Desa Penimbung Kecamatan Lombok Sari dihuni 800 KK juga mengalami kelaparan.

Kasus kekurangan pangan seperti ini tidak hanya terjadi di lokasi bencana seperti Lombok, tapi juga di daerah pelosok. Kita tentu masih ingat dengan kasus kelaparan di Maluku Tengah yang baru-baru ini mencuat, ada 4 orang warga Suku Manuse Ane meninggal akibat kelaparan.

Di awal tahun lalu pun kita sempat digegerkan dengan meninggalnya 61 warga di Kabupaten Asmat yang lagi-lagi akibat kekurangan pangan. Melihat kasus-kasus yang terjadi, tentu kita harus berpikir bagaimana agar kejadian serupa bisa kita minimalisir bahkan dihilangkan di masa depan.

Salah satu caranya adalah dengan cara menyediakan cadangan makanan yang bisa dengan mudah didistibusikan ke lokasi-lokasi rawan pangan. Karena itulah, Rumah Zakat membuat sebuah program bernama Siaga Pangan Nusantara.

Siaga Pangan Nusantara merupakan makanan siap saji yang dikemas dalam kaleng, bentuknya berupa kornet dan rendang yang siap makan. Selain praktis saat pendistribusiannya, makanan ini juga mengandung gizi yang baik dan dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein hewani.

Sahabat mari kita bantu hadirkan Siaga Pangan Nusantara lebih merata lagi, ikut berpartisipasi dengan berdonasi melalui Sharing Happiness. Kita dukung pula Siaga Pangan Nusantara sebagai salah satu solusi Ketahanan Pangan Nasional untuk masyarakat Indonesia dan Dunia.