ACEH UTARA, 3 Januari 2026 – Rumah Zakat menghadirkan layanan yang menyentuh sisi personal para penyintas banjir melalui Program Cukur Gratis di Desa Geudumbak, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (3/1). Program ini bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan wujud nyata komitmen Rumah Zakat dalam memfasilitasi kebersihan diri (personal hygiene) serta menjaga sanitasi para pengungsi di tengah keterbatasan.
Uniknya, program ini mengusung konsep pemberdayaan dengan menggandeng 3 orang tukang cukur lokal yang juga merupakan warga terdampak. Meski fasilitas usaha mereka hilang diterjang banjir, Rumah Zakat percaya bahwa keahlian yang mereka miliki tidak boleh ikut luntur. Sebagai dukungan, Rumah Zakat membekali mereka dengan bantuan peralatan cukur profesional yang baru.
Sebagai bentuk apresiasi atas jasa mereka, setiap kepala penyintas yang dicukur, Rumah Zakat memberikan kompensasi sebesar Rp20.000 kepada para tukang cukur lokal tersebut. Angka ini sengaja ditetapkan di atas rata-rata tarif cukur harian di Desa Geudumbak sebagai upaya stimulasi ekonomi bagi para pelaku usaha kecil yang terdampak bencana. Adapun layanan ini menargetkan 150 penerima manfaat dari warga penyintas bencana.
“Program ini memiliki misi ganda: memastikan warga penyintas tetap rapi, bersih, dan sehat secara sanitasi diri, sekaligus menghidupkan kembali mata pencaharian para tukang cukur lokal. Kita ingin mereka bangkit dengan keterampilan yang mereka punya,” ujar Lukman perwakilan Rumah Zakat.
Melalui gerakan ini, para penyintas tidak hanya mendapatkan kesegaran baru secara fisik, tetapi juga merasakan kembalinya martabat dan harapan untuk memulai kembali kehidupan dengan lebih bersih dan percaya diri.
Sebab kebersihan bukan sekadar soal raga yang rapi, melainkan cara kita merawat martabat di tengah ujian. Di setiap helai rambut yang terpangkas, ada semangat baru yang tumbuh dan di setiap tangan yang bekerja, ada kemandirian yang kembali tegak berdiri. Kemanusiaan adalah tentang saling menguatkan memberi manfaat tanpa mencabut akar kemandirian.


