Rahasia Puasa Ramadhan yang Jarang Diketahui

oleh | Feb 24, 2026 | Inspirasi

Rahasia puasa Ramadhan yang jarang diketahui ternyata berkaitan dengan keistimewaan ibadah ini di sisi Allah SWT. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi memiliki kedudukan yang sangat khusus dibandingkan amalan lainnya.

Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya.”

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki ibadah lain. Lalu, apa sebenarnya makna pengkhususan puasa bagi Allah SWT?

Baca juga : Tips Produktif Saat Puasa Ramadhan

Mengapa Puasa Dikhususkan untuk Allah SWT?

Ibnu Hajar رحمه الله menjelaskan bahwa terdapat sekitar sepuluh pendapat ulama mengenai maksud pengkhususan puasa dalam hadis tersebut. Namun, pendapat yang paling kuat menyebutkan bahwa puasa lebih jauh dari riya dibandingkan amalan lainnya.

Pendapat ini dinukil dari al-Maziri dan juga disebutkan oleh al-Qadhi ‘Iyadh dari Abu ‘Ubaid. Dalam kitab al-Gharib, Abu ‘Ubaid berkata bahwa seluruh amal kebaikan memang untuk Allah SWT dan Dia pula yang membalasnya. Akan tetapi, puasa dikhususkan karena ia adalah ibadah yang tidak tampak secara lahiriah.

Seseorang bisa saja terlihat tidak makan di depan orang lain, tetapi hanya Allah SWT yang benar-benar mengetahui apakah ia sungguh berpuasa atau tidak. Puasa adalah ibadah yang sangat tersembunyi dan berkaitan erat dengan kejujuran hati.

Al-Qurthubi رحمه الله menjelaskan bahwa amal-amal lain dapat dimasuki riya, sedangkan puasa tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT. Karena itulah Allah SWT menghubungkannya langsung kepada diri-Nya dan berfirman dalam hadis tersebut, “Ia meninggalkan syahwatnya karena-Ku.”

Inilah salah satu rahasia puasa Ramadhan yang jarang diketahui, yaitu kedekatan hubungan antara hamba dan Rabb-nya dalam ibadah ini.

Makna “Aku Sendiri yang Akan Membalasnya”

Bagian lain dari hadis tersebut yang sangat dalam maknanya adalah firman Allah SWT: وَأَنَا أَجْزِي بِهِ, “Dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya.”

Para ulama menjelaskan bahwa seluruh amal kebaikan umumnya dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Namun, pahala puasa tidak dibatasi dengan angka tertentu. Allah SWT sendiri yang menentukan balasannya tanpa ukuran yang bisa diketahui manusia.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Sebagian besar ulama menafsirkan bahwa orang-orang yang sabar dalam ayat ini termasuk orang yang berpuasa. Artinya, puasa memiliki kaitan yang sangat erat dengan kesabaran.

Tiga Bentuk Kesabaran dalam Puasa

Ahli ilmu menerangkan bahwa di dalam puasa terdapat tiga macam kesabaran sekaligus.

Pertama, sabar dalam ketaatan kepada Allah SWT. Puasa adalah bentuk ketaatan yang dilakukan sepanjang hari, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Kedua, sabar dari maksiat kepada Allah SWT. Orang yang berpuasa tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perkataan dusta, ghibah, dan perbuatan maksiat lainnya.

Ketiga, sabar atas ketetapan Allah SWT. Rasa lapar, haus, dan lelah adalah bagian dari ujian yang harus dihadapi dengan ridha dan keikhlasan.

Karena puasa menghimpun tiga jenis kesabaran ini, maka wajar jika pahalanya diberikan tanpa batas. Inilah rahasia puasa Ramadhan yang jarang diketahui dan sering kali luput dari perhatian.

Puasa yang Diterima di Sisi Allah SWT

Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud dalam hadis tentang keutamaan puasa adalah puasa yang benar-benar menjaga diri dari maksiat, baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan.

Puasa yang hanya menahan lapar dan haus, tetapi masih dipenuhi kemarahan, kebohongan, dan perbuatan buruk, tentu tidak mencapai derajat yang disebutkan dalam hadis tersebut.

Oleh karena itu, Ramadhan seharusnya menjadi momen untuk memperbaiki hati, menjaga lisan, dan membersihkan amal. Puasa yang ikhlas dan jauh dari riya akan menghadirkan kedekatan yang istimewa antara hamba dan Allah SWT.

Baca juga : Jangan Sampai Gugur! Ini Syarat Sah Puasa Ramadhan yang Wajib Dipenuhi

Penutup

Rahasia puasa Ramadhan yang jarang diketahui terletak pada keikhlasan dan kesabaran yang terkandung di dalamnya. Puasa adalah ibadah yang sangat tersembunyi, sehingga peluang riya di dalamnya jauh lebih kecil dibandingkan amalan lain.

Selain itu, pahala puasa tidak dibatasi dengan angka tertentu. Allah SWT sendiri yang akan membalasnya tanpa batas, sebagaimana janji-Nya kepada orang-orang yang sabar.

Mari kita persiapkan puasa yang bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga hati, lisan, dan perbuatan. Semoga puasa kita menjadi puasa yang benar-benar untuk Allah SWT dan mendapatkan balasan terbaik dari-Nya.

Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait