[:ID]RUMAH ZAKAT AKAN SEGERA BANGUN HUNTARA DI PETOBO ATAS, PALU[:en]RUMAH ZAKAT WILL BUILT TEMPORARY HOUSING IN PETOBO[:]

[:ID]PALU (24/10), Relawan Rumah Zakat didampingi oleh ahli developer melakukan studi banding mengenai Hunian Sementara di Kel. Petobo, Kec. Palu Selatan, Kota Palu, setelah kemarin (23/11) bertemu Wakil Wali kota palu Sigit Purnomo atau lebih dikenal dengan ‘Pasha Ungu’ untuk meminta rekomendasi lahan pembuatan hunian sementara.

“Hunian itu kebutuhan yang penting, karena itu harus dibuat nyaman dan layak pakai. Walaupun darurat harus tetap memperhatikan kenyamanan” Ucap Herlan Wilandariansyah Koordinator Relawan Rumah Zakat.

Herlan beserta tim yang berjumlah 6 orang melakukan studi banding pada Huntara Kampung Jawa Tengah dan Huntara yang di bangun Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).
Saat ini telah terbangun 100 hunian sementara dari Pemerintah Jawa Tengah bersama para NGO, salah satunya Rumah Zakat yang di bangun sejak 10 -22 Oktober 2018 dengan ukuran 2,5 x 4 m. Adapun untuk Huntara yang dibuat Kementrian PUPR memiliki desain yang berbeda dengan luas 3,6 x 4,8 m per unit.

Tim memeriksa bahan material, anggaran biaya pembangunan, dan desain yang digunakan dari huntara tersebut.

“Saya usahakan hasilnya bagus… ” ucap Pak Helmi selaku donatur dan kontraktor yang akan bermitra dalam pembangunan Huntara Rumah Zakat.

Herlan pun berharap ini awal bagi masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi untuk mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak. Rencananya Rumah Zakat akan membangun 100 unit hunian sementara di daerah Petobo.

Newsroom
Hesti Prawati / Lailatul Istikhomah[:en]PALU (24/10), Volunteers of Zakat Houses accompanied by expert developers conducted a comparative study of Temporary Shelter in Kel. Petobo, Kec. Palu Selatan, Palu City, after yesterday (11/23) met the Deputy Mayor of the city hammer Sigit Purnomo or more recognizable with ‘Pasha Ungu’ to request a recommendation for temporary shelter land.

“Shelter is an important need, because it must be made comfortable and suitable for use. Although the emergency must still pay attention to comfort,” said Herlan Wilandariansyah Coordinator of Rumah zakat’s Volunteer.

Herlan and his team of 6 people conducted a comparative study at the Central Java Village Shelter and Shelterwhich was built by the Ministry of PUPR (Public Works and Public Housing).

Currently there are 100 temporary shelters from the Central Java Government along with NGOs, one of which is Rumah Zakat which was built from 10-22 October 2018 with a size of 2.5 x 4 m. As for the Shelter which was made by the Ministry of PUPR, it has a different design with an area of ​​3.6 x 4.8 m per unit. The team examined materials, construction and design budgets used from the shelters.

“We will try to get good results …” said Mr. Helmi as a donor and contractor who will partner in the construction of Rumah Zakat Shelter.

Herlan was also hope that this is the beginning of people of Palu, Donggala, and Sigi to get a decent temporary place to live. The plan of Rumah Zakat will build 100 temporary housing units in the Petobo area.

 

Newsroom

Hesti Prawati / Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia