[:ID]RUMAH ZAKAT KEMBALI DISTRIBUSIKAN BANTUAN PANGAN UNTUK PENGUNGSI ROHINGYA[:en]RUMAH ZAKAT BACK TO BANGLADESH DISTRIBUTING FOOD AID FOR ROHINGYA REFUGEES[:]

[:ID]BANGLADESH. Kondisi pengungsi Rohingya di kamp-kamp pengungsian Bangladesh terlihat sudah mulai membaik dibandingkan 7 bulan lalu saat pertama kali tiba setelah melarikan diri dari serangan militer di kampung halaman mereka di Myanmar. Para pengungsi terlihat beraktivitas layaknya warga biasa, mencari kayu bakar, anak-anak bermain di fasilitas permainan hasil sumbangan dari NGO-NGO lokal dan internasional, bahkan sebagian mulai memanfaatkan lahan kamp untuk bercocok tanam.

“Saya lihat di kamp juga sudah banyak warung sederhana milik pengungsi, mereka menciptakan pasar sebagai bentuk perbaikan dari segi ekonomi,” ungkap Nurmansyah, Tim Kemanusiaan Rumah Zakat.

Meski secara umum kondisi pengungsi sudah mulai membaik, namun bukan berarti tugas kita membantu mereka telah selesai. Kondisi kamp belumlah cukup layak untuk menjadi tempat tinggal.

“Salah satu masalah terbesar di kamp adalah kondisi sanitasi yang masih sangat buruk yang berdampak kepada kesehatan para pengungsi. Banyak air pembuangan yang masih tergenang dimana-mana dan ketersediaan air bersih juga masih minim,” jelas Nurmansyah.

Selain itu, para pengungsi masih tetap dibatasi geraknya, mereka tidak diizinkan keluar dari kamp-kamp pengungsian. Karenanya, mereka tidak bisa mencari pekerjaan di luar kamp ataupun sekolah. Kondisi ini tentu membuat warga Rohingya belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, mereka masih bergantung pada bantuan yang datang dari NG0-NGO.

“Oleh sebab itu, hari Ahad lalu (25/03), kami kembali mendistribusikan bantuan pangan untuk sekitar 1500 pengungsi Rohingya di Balukhali Camp,” tutur Nurmansyah.

“Bantuan itu berupa beras, minyak , bumbu-bumbu dapur, dal, kentang, garam dan gula,” tambahnya.

Newsroom
Ria Arianti / Lailatul Istikhomah[:en]BANGLADESH. The Rohingyas’ refugee situation in the Bangladesh refugee camps seems to have started improving over the past 7 months when they first arrived after fleeing a military offensive in their homeland in Myanmar. Refugees are seen as ordinary citizens, looking for firewood, children playing in donated game facilities from local and international NGOs, some even starting to use the camp grounds to grow crops.

“I see in the camp also has a lot of modest stalls owned by refugees, they create a market as a form of economic improvement,” said Nurmansyah, Rumah Zakat Humanitarian Team.

Although in general, the conditions of refugees have started to improve, but that does not mean our duty to help them have been completed. The condition of the camp is not yet eligible enough to be a place to live.

“One of the biggest problems in the camps is the very poor sanitation conditions that affect the health of the refugees. Much of the disposal water is still inundated everywhere and the availability of clean water is also still minimal, “said Nurmansyah.

In addition, the refugees are still restricted by their movements, they are not allowed out of the refugee camps. Therefore, they cannot find work outside the camp or school. This condition certainly makes the Rohingya people unable to meet their daily needs, they still depend on the assistance coming from NGos.

“Therefore, last Sunday (25/03), we again distributed food aid to about 1500 Rohingya refugees in Balukhali Camp,” Nurmansyah said.

“The aid is in the form of rice, oil, kitchen spices, dal, potatoes, salt and sugar,” he added.

Newsroom
Ria Arianti / Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia