SANTRI TAHFIDZ DI TENGAH KABUT ASAP PEKANBARU

PEKANBARU, Ahad (22/09) – Ini safe house sehari-hari yang digunakan para pengungsi. Disini biasa diisi kegiatan menghafal quran oleh 18 anak-anak santri pengungsi yang 16 diantaranya yatim. Bahkan ada yang baru dua pekan ayahnya meninggal.

Mereka anak-anak kuat dan hebat apalagi ustadzah-ustadzahnya. Meski asap mereka tetap menjaga sholat dan hafalannya.

Mereka datang dari Griya Pondok Tahfidz Darul Quran Muara Fajar, Pekanbaru, Riau. Sebenarnya masih ada 15 orang santri putra di pondok. Tapi kata mereka kepada Ustadzah Rina penanggungjawab Griya, “Kami kan anak-anak besar Umi, Insya Allah kuat. Biarlah adik-adik yang di Griya saja yang mengungsi.” ujar salah satu santri.

“Saya hanya menahan desakan air mata sekuat tenaga setelah mendengar kisah tersebut. Entah rasa apa yang muncul. Tapi semua menjadi satu. Semoga Allah kuatkan kami menjaga mereka di Safe House.” ungkap Emi Susanti, coordinator Safe House dan Posko Kesehatan Rumah Zakat Pekanbaru penuh haru.

Newsroom

Abdullah Tsabit / Hanaa Afifah

Tags :
Konfirmasi Donasi