Bireuen, 10 Januari 2026 — Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Rumah Zakat terus menghadirkan dukungan bagi warga terdampak. Salah satunya melalui kegiatan Syiar Qur’an Rumah Zakat yang ditujukan untuk anak-anak terdampak banjir di Bireuen.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Pada kesempatan tersebut, Rumah Zakat menyalurkan sebanyak 50 mushaf Al-Qur’an kepada anak-anak warga yang terdampak langsung oleh bencana banjir.
Selain memberikan bantuan fisik, program ini juga bertujuan menjaga semangat belajar anak-anak. Terutama dalam mempelajari dan membaca Al-Qur’an di tengah keterbatasan pasca bencana.
“Dalam kondisi apa pun, belajar Al-Qur’an harus tetap berjalan. Oleh karena itu, kami berharap mushaf ini bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus mengaji dan menuntut ilmu,” ujar salah satu relawan Rumah Zakat.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, Al-Qur’an yang disalurkan menjadi penguat hati bagi para penerima manfaat. Meskipun rumah dan lingkungan mereka sempat terendam banjir, semangat belajar anak-anak tetap terjaga.
Selain itu, kegiatan Syiar Qur’an ini juga menjadi bentuk pendampingan spiritual. Rumah Zakat ingin memastikan anak-anak tetap memiliki pegangan nilai keimanan dalam menghadapi masa pemulihan pasca bencana.
Melalui program Syiar Qur’an, Rumah Zakat berharap anak-anak terdampak banjir di Bireuen tetap dekat dengan Al-Qur’an. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, optimis, dan berakhlak mulia meski sedang diuji oleh musibah.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.
Newsroom
Muhammad Rizal Rahman


