Apakah Tidur Membatalkan Puasa? Ini Hukum dan Penjelasannya

oleh | Feb 23, 2026 | Inspirasi

Banyak orang bertanya apakah tidur membatalkan puasa, terutama saat rasa kantuk datang di siang hari bulan Ramadhan. Perubahan pola makan dan waktu istirahat memang membuat tubuh lebih mudah lelah. Namun, penting untuk memahami bagaimana sebenarnya hukum tidur saat menjalankan ibadah puasa.

Secara umum, tidur tidak termasuk hal yang membatalkan puasa. Puasa batal apabila seseorang makan, minum, atau melakukan hal-hal yang secara jelas disebutkan dalam syariat sebagai pembatal.

Baca juga : Puasa Ramadhan bagi Orang Sakit, Musafir, dan Ibu Hamil: Ini Hukumnya

Penjelasan Ulama Tentang Tidur Saat Puasa

Dalam kajian fiqih, para ulama sepakat bahwa tidur adalah kondisi alami manusia dan tidak membatalkan ibadah puasa. Seseorang yang telah berniat di malam hari tetap dianggap berpuasa meskipun ia tidur di siang hari, selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan.

Bahkan dalam hadis disebutkan bahwa pena pencatat amal diangkat dari orang yang tidur hingga ia bangun. Artinya, tidur merupakan keadaan yang wajar dan tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa.

Bagaimana Jika Tidur Seharian?

Puasa tetap sah meskipun seseorang tidur cukup lama di siang hari, selama ia masih berada dalam keadaan sadar di sebagian waktu dan tidak melakukan pembatal puasa.

Namun, Ramadhan adalah bulan ibadah. Jika waktu habis hanya untuk tidur tanpa uzur, seseorang memang tidak membatalkan puasanya, tetapi bisa kehilangan banyak peluang pahala. Karena itu, sebaiknya waktu siang tetap diisi dengan aktivitas bermanfaat seperti membaca Al-Qur’an atau berdzikir.

Anda juga bisa membaca artikel terkait tentang Hal-Hal yang Membatalkan Puasa serta Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan untuk memahami ibadah ini secara lebih utuh.

Apakah Terlalu Banyak Istirahat Mengurangi Pahala?

Secara hukum, puasanya tetap sah. Namun secara kualitas, terlalu banyak beristirahat bisa membuat seseorang kurang maksimal dalam memanfaatkan keberkahan Ramadhan.

Jika tidur dilakukan karena sakit, kelelahan, atau kebutuhan fisik yang wajar, tentu tidak menjadi masalah. Islam adalah agama yang memudahkan dan tidak memberatkan umatnya.

Sebaliknya, jika sengaja menghabiskan waktu hanya untuk menunggu berbuka tanpa aktivitas produktif, maka nilai spiritual Ramadhan bisa berkurang.

Tips Agar Tetap Produktif

Agar tubuh tetap bugar, usahakan tidur cukup di malam hari. Anda juga bisa mengambil waktu istirahat singkat di siang hari agar energi kembali stabil. Dengan manajemen waktu yang baik, ibadah tetap maksimal tanpa harus merasa kelelahan berlebihan.

Baca juga : Jangan Sampai Gugur! Ini Syarat Sah Puasa Ramadhan yang Wajib Dipenuhi

Kesimpulan

Anggapan bahwa tidur membatalkan puasa tidak memiliki dasar dalam syariat. Puasa tetap sah selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkannya. Yang lebih penting adalah bagaimana memanfaatkan waktu Ramadhan dengan sebaik-baiknya agar ibadah tidak hanya sah, tetapi juga bernilai maksimal di sisi Allah SWT.

Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait