[:ID]PERLUKAH MENGHINDARI KONSUMSI KEJU?[:en]SHOULD WE AVOID CHEESE?[:]

[:ID]

Hampir semua orang menyukai roti panggang dengan tambahan keju didalamnya. Namun apakah keju menjadi bagian dari diet sehat?

Sebagian besar jenis keju mengandung garam dan lemak jenuh. Tetapi juga kaya protein dan kalsium, jadi apa yang terbaik? Menghindari keju atau mengonsumsinya?

“Kalsium penting untuk mengurangi risiko osteoporosis, dan protein diperlukan untuk sintesis dan perbaikan jaringan. Keduanya memberikan manfaat yang jelas bagi kesehatan,” tutur dia.

Hanya saja lemak jenuh dalam keju lebih kontroversial dalam hal perannya dalam perkembangan penyakit jantung. Tetapi konsensus dari penelitian besar disebutkan keju itu netral, artinya, tidak memiliki efek positif atau negatif.

Keju juga merupakan makanan fermentasi, mengandung bakteri atau ragi, yang berkontribusi pada mikrobioma sehat.”Tetapi ingatlah bahwa satu porsi keju (40g) memiliki sekitar 500-650 kj. Jika Anda mencoba mengurangi berat badan atau memiliki penyakit jantung, lebih baik tanyakan kepada dokter Anda,” ungkapnya.

Saran kedua berasal dari ahli nutrisi, Universitas Newcastle Clare Collins. Ia mengatakan seseorang yang alergi produk susu disarankan mengonsumsi keju. Makan keju dapat konsisten menjaga kesehatan yang baik, dan cara yang lezat untuk meningkatkan asupan protein, kalsium, dan vitamin B12.

Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada 2018 mengidentifikasi empat studi yang mengamati asupan keju, dan menemukan risiko penyakit jantung yang lebih rendah karena asupan keju meningkat. Mengonsumsi keju dalam jumlah sedang secara teratur dapat mempertahankan kesehatan yang baik.

Sementara itu Ahli nutrisi, Universitas New South Wales Rebecca Reynolds meyakini keju adalah makanan yang baik. Ini adalah sumber penting nutrisi bermanfaat untuk omnivora dan vegetarian, seperti kalsium.

Di Amerika Serikat, hampir semua orang makan keju, kira-kira 17 kg per tahun. Sepertiga orang Australia mengonsumsi keju  kebanyakan keju keras, seperti cheddar.

Produk susu dan alternatifnya merupakan kelompok makanan inti yang direkomendasikan dalam Pedoman Diet Australia, ini disarankan bagi orang yang berusia dua tahun dan lebih untuk mengonsumsi alternatif rendah lemak (seperti keju cheddar rendah lemak).

sumber: republika.co.id[:en]Almost everyone likes toast with extra cheese in it. But does cheese become part of a healthy diet?

Most types of cheese contain salt and saturated fat. But it’s also rich in protein and calcium, so what’s the best? Avoid cheese or consume it?

Republika also summarizes the expert reviews, quoted from the Daily Mail page, Wednesday (1/8). First, nutritionist from the University of South Australia Evangeline Mantzioris, said cheese contains various nutritious components that need to be considered. Most of the components are calcium, protein and saturated fat also in other dairy products.

“Calcium is important to reduce the risk of osteoporosis, and protein is needed for tissue synthesis and repair. Both provide clear benefits for health,” he said.

It’s just that saturated fat in cheese is more controversial in terms of its role in the development of heart disease. But the consensus of large studies mentioned cheese is neutral, that is to say, it has no positive or negative effects.

Cheese is also a fermented food, containing bacteria or yeast, which contributes to healthy microbiomas. “But remember that one serving of cheese (40g) has about 500-650 kj. If you try to lose weight or have heart disease, it is better to ask your doctor,” he said.

The second suggestion comes from nutrition experts, Newcastle University Clare Collins. He said someone who is allergic to dairy products is advised to consume cheese. Eating cheese can consistently maintain good health, and a delicious way to increase protein, calcium, and vitamin B12 intake.

A review published in 2018 identified four studies that looked at cheese intake, and found a lower risk of heart disease because of increased cheese intake. Eating moderate amounts of cheese regularly can maintain good health.

Meanwhile, nutritionist, New South Wales University Rebecca Reynolds believes cheese is good food. This is an important source of nutrients useful for omnivores and vegetarians, such as calcium.

In the United States, almost everyone eats cheese, about 17 kg per year. One third of Australians eat cheese mostly hard cheese, like cheddar.

Dairy products and their alternatives are the core food groups recommended in the Australian Diet Guidelines, this is recommended for people aged two years and over to consume low-fat alternatives (such as low-fat cheddar cheese).

source: republika.co.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia