[:ID]1800 DESA BERDAYA UNTUK INDONESIA[:en]1800 DESA BERDAYA FOR INDONESIA[:]

[:ID]JAKARTA. (15/01) Rumah Zakat Sampaikan annual pemberdayaannya di tahun 2018 melalui public expose di Hotel Sofyan, Jakarta pada 15 Januari 2019. Acara ini hadiri Sekjen Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi. Kepala Bidang Data BNPB, Hermawan, dan CEO Rumah Zakat, Nur Efendi.

Dalam annual pemberdayaannya tersebut disampaikan bahwa Sejak tahun 1998 Rumah Zakat menjadi lembaga yang fokus pada program pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Akhir tahun 2018 lalu tercatat sebanyak 4,6 juta orang telah menjadi penerima manfaat layanan yang
diberikan Rumah Zakat, mulai dari Aceh hingga Papua. Adapun beragam program pemberdayaan tersebut diimplementasikan di 1.259 Desa Berdaya yang tersebar di 30 provinsi dan 213 kota dan kabupaten di Indonesia.

Desa Berdaya merupakan cara Rumah Zakat memberdayakan masyarakat desa melalui pendekatan yang terintegrasi antara pembinaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga kesiap-siagaan bencana. Melalui aktivitas pembinaan dan pendampingan secara berkala tersebut, diharapkan Desa Berdaya dapat mendorong warga ke arah kemandirian, baik individual maupun komunitas.
.
“Dengan fokus pada pemberdayaan komunitas dan individu, insya Allah Rumah Zakat yakin Desa Berdaya akan menjadi solusi yang integratif untuk pemulihan daerah pasca bencana. Target kami tahun 2019 ini ada 1.800 desa berdaya di 34 provinsi, agar semakin banyak warga yang mandiri,” kata Nur Efendi, CEO Rumah Zakat.
.
“Alhamdulillah, di tahun 2018 ada 46% penerima manfaat yang diintervensi program ekonomi berhasil keluar dari garis kemiskinan,” tambah Nur.

Dari program pemberdayaan tersebut tahun 2018 Rumah Zakat mendapatkan berbagai apresiasi, diantaranya 1st Champion Indonesia Original Brand Award, 1st Winner Indonesia Best E-Mark Award, Penghargaan Anugerah Syariah Republika, WTP 12 kali berturut-turut untuk audit keuangan sejak tahun 2006, dan lulus sertifikasi ISO 9001:2015 untuk kategori The Provision of Customer Relationship Management for Donors setelah sebelumnya lulus sertifikasi ISO 9001:2015 untuk kategori The Provision of Zakat Distribution.

Newsroom
Lailatul Istikhomah[:en]JAKARTA. (01/15) Rumah Zakat conveyed annual empowerment in 2018 through a public expose at Sofyan Hotel, Jakarta on January 15, 2019. The event was attended by Secretary General of the Ministry of Rural Development and Transmigration, Anwar Sanusi, Head of Data for BNPB, Hermawan, and CEO of Rumah Zakat, Nur Efendi.

In its annual empowerment, it was stated that since 1998 Rumah Zakat has become an institution that focuses on community empowerment programs in various fields, including education, health, economics, and the environment. At the end of 2018 there were 4.6 million people who had become beneficiaries of services given by Rumah Zakat, starting from Aceh to Papua. The various empowerment programs are implemented in 1,259 Empowered Villages spread across 30 provinces and 213 cities and regencies in Indonesia.

Empowered Villages (Desa Berdaya) is the way Rumah Zakat empowers rural communities through an integrated approach between economic development, education, health, the environment, and disaster preparedness. Through periodic coaching and mentoring activities, it is hoped that Desa Berdaya can encourage citizens towards independence, both individually and in the community.

“By focusing on empowering communities and individuals, Insya Allah, Rumah Zakat believes that Desa Berdaya will be an integrative solution for the recovery of post-disaster areas. Our target for 2019 will be 1,800 villages empowered in 34 provinces, so that more and more people will be independent, “said Nur Efendi, CEO of Rumah Zakat.

“Alhamdulillah, in 2018 46% of beneficiaries who were intervened in the economic program managed to get out of the poverty line,” Nur added.

From the empowerment program in 2018 Rumah Zakat received various awards, including 1st Champion Indonesia Original Brand Award, 1st Winner Indonesia Best E-Mark Award, Republika Syariah Award, WTP 12 times in a row for financial audits since 2006, and passed certification ISO 9001: 2015 for the category of The Provision of Customer Relationship Management for Donators after previously passed ISO 9001: 2015 certification in the category of The Provision of Zakat Distribution.

Newsroom

Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia