[:ID]AGAR KITA TIDAK BERBOHONG[:en]TIPS FOR NOT TELLING LIES [:]

[:ID]Oleh: Abdul Muid Badrun

Akhir-akhir ini kita dipertontonkan satu fakta betapa orang mudah sekali berkata bohong, berkata tidak sesuai yang sebenarnya. Padahal, jelas anjuran agama mengatakan, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata jujur atau (jika tidak bisa), diamlah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Anjuran dan khutbah kebaikan dan berkata jujur marak kita dengar, semarak industri kebohongan yang ditampilkan. Fenomena apa ini? Ini adalah akibat nihilnya kepercayaan dan ketakutan pada Allah. Mengapa bisa demikian? Bayangkan, jika orang percaya akan adanya Allah, ia akan takut berbuat dosa. Ia akan takut berkata bohong. Ia akan sekuat tenaga menghindari dusta. Walau seringan apa pun dosa itu, ia akan tinggalkan. Ia akan berhati-hati dan menjauhi perbuatan itu, bukan sebaliknya.

Padahal, kita tahu menjaga lisan itu ibadah paling ringan tetapi berat dari sisi timbangan. Artinya, semua kebaikan sangat bergantung pada ucapan yang keluar dari mulut kita. Jika mulut kita mampu menjaga dari kebohongan, timbangan kebaikan kita akan berat di akhirat nanti. Demikian pula sebaliknya. Maka, muncul pepatah Arab mengatakan, “Selamatnya manusia itu karena mampu menjaga lisannya.” Ini benar adanya dalam konteks kekinian. “Mulutmu harimaumu,” artinya, jika kau tak mampu jaga mulutmu, mulut itu akan membunuhmu. Pelan dan pasti!

Lalu, bagaimana caranya agar kita tak terbiasa berbohong? Tip sederhana ini bisa kita coba terapkan, yaitu paksa-paksa-paksa-bisa-biasa (Formula 3P2B). Cara ini bisa kita jadikan langkahnya. Paksa mulut kita agar jangan lagi berbohong, apa pun alasannya! Paksa mulut kita ketika berbicara hanya yang benar dan baik-baik. Jika tak mampu, diam saja. Paksa mulut kita ketika terdesak oleh keadaan tetap mampu berkata jujur. Dengan demikian, apa pun kondisinya, bagaimanapun keadaannya, berkata jujur itu harga mati buat kita titik, seperti sering dikampanyekan #JujurItuHebat.

Jika mulut kita dipaksa terus-menerus berkata jujur, mulut akan bisa menghindari perbuatan dusta. Akhirnya, ia akan terbiasa berkata jujur. Inilah yang dicontohkan Rasullullah Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul yang punya sifat jujur (sidik), terbiasa berkata jujur. Dasar kejujuran ini pulalah yang mengantarkan Islam jaya pada masa itu. Lalu, bagaimana dengan kondisi sekarang? Ketika bohong dan dusta itu sengaja diproduksi menjadi sebuah industri? Bagi saya, kebenaran itu akan menemukan pintunya sendiri, kapan pun dan di manapun. Kemenangan dengan cara berbohong dan dusta hanya sementara dan akan mengantarkan pelakunya masuk penjara.

Apakah itu yang akan kita wariskan untuk anak cucu kita? Tentu tidak! Maka, hindari dan akhiri berbuat bohong dan dusta karena kita malu pada negeri ini jika tiap hari yang dipertontonkan hanya pertarungan kebohongan demi kebohongan. Ataukah memang kita sudah tak punya rasa malu sehingga menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan? Buka mata, buka hati, buka telingga kita agar mulai berani berkata jujur pada diri kita sendiri. Allah pun sudah memperingatkan pada kita semua sebagai hamba-Nya (lihat QS al-Maidah ayat 8 dan an-Nahl ayat 105).

Dari sinilah perang melawan industri kebohongan menjadi jihad milenial alias jihad “zaman now”. Jangan sampai negeri tercinta ini tercabik-cabik dan menangis karena ulah kita yang terus-menerus terbiasa berkata bohong. Anak cucu kitalah nanti yang menjadi korban. Setop berkata bohong! Hentikan berdusta dan menebar hoaks! Ganti dengan mulai berani berkata jujur. Risiko apa pun akan dihadapi karena inilah jihad “zaman now”. Jangan jadikan anak cucu kita tumbal atas kebohongan demi kebohongan yang tiap hari kita produksi. Naudzubillah.

Sumber: republika.co.id

 

 [:en]Lately we have shown the fact that people are very easy to say lie, say not according to the truth. In fact, it is clear the suggestion of religion says, “Whoever believes in Allah and the last day, let him say honestly or (if he cannot), be silence.” (Bukhari and Muslim).

Suggestions and sermons of kindness and honesty are lively we hear, the lively industry of lies is displayed. What is this phenomenon? This is the result of the lack of trust and fear in God. Why is that so? Imagine, if people believed in the existence of God, he would be afraid to sin. He will be afraid to say lies. He will do everything in his power to avoid lying. Even though it is as light as any sin, he will leave. He will be careful and stay away from that action, not vice versa.

In fact, we know that keeping our mount is the lightest worship but the weight of the scales. That is, all goodness depends on the words that come out of our mouths. If our mouths are able to guard from lies, the scales of our good will be heavy in the hereafter and vice versa. So, the Arabic proverb says, “The salvation of man is because he is able to keep his mouth.” This is true in the present context. ” Your tongue is fireĀ ,” meaning, if you can’t keep your mouth, that mouth will kill you. Slowly but sure!

Then, how do we not get used to lying? We can try this simple tip, which is forced-Forced-Forced-can-get used to it (Formula 3P2B). We can make this method a step. Force our mouths so that we don’t lie anymore, for whatever reason! Forcing our mouth to only speak right and good. If you can’t, just keep quiet. Forcing our mouths when pressed by conditions can still be honest. Thus, whatever the conditions, regardless of the circumstances, tell the truth as often as the campaign #JujurItuHebat (HonestIsGreat) said.

If your mouth is forced to keep telling the truth, your mouth will be able to avoid lying. Finally, he will get used to telling the truth. This is what exemplified by Rasullullah Muhammad SAW as a prophet and apostle who had an honest nature (fingerprint), used to saying honestly. The basis of this honesty is also what led to glorious Islam at that time. Then, what about the current conditions? When lying and lying is deliberately produced into an industry? For me, that truth will find its own door, anytime and anywhere. Victory by lying and lying is only temporary and will deliver the culprit to prison.

Is that what we will inherit for our children and grandchildren? Certainly not! So, avoid and end lying and lying because we are ashamed of this country if every day that is shown is only a fight of lies for lies. Or do we have no shame so that we justify any means to achieve victory? Open your eyes, open your heart, open your ears so that you begin to dare to say honestly to yourself. Allah has also warned us all as His servants (see Surah al-Maidah verse 8 and Nahl verse 105).

This is where the war against the lie industry becomes millennial jihad. Do not let this beloved country be torn apart and cry because we are constantly accustomed to saying lies. It is our children and grandchildren who will become victims. Stop saying lies! Stop lying and spread hoaxes! Change by starting to dare to be honest. Any risk will be faced because this is the jihad. Do not make our children and grandchildren sacrifice for lies that we produce every day. Naudzubillah.

Source: republika.co.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia