ANAK-ANAK ROHINGYA PUN MENIKMATI QURBAN ANDA

BANGLADESH. “Mendapatkan makanan yang layak sangat sulit saat ini,” ungkap Muhammad Nais (11 thn), salah satu anak Rohingya di kamp pengungsian Bangladesh (08/02).

Ada ratusan ribu anak Rohingya yang hidup dalam kondisi tidak layak di kamp-kamp pengungsian. Mereka tinggal di tenda-tenda sederhana dengan fasilitas seadanya.

“Mereka tidak bisa keluar dari kamp pengungsi sehingga mereka juga tidak bisa bekerja. Karena itulah, mereka pun sulit memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, termasuk kebutuhan makanan,” tutur Andri Murdianto, Crisic Center Rumah Zakat.

Nais dan teman-temannya yang tinggal di Kamp Balukhali, Ukhiya, Bangladesh tidak pernah menyangka bahwa kehidupan mereka akan berubah 180 derajat seperti saat ini. Bagaimana tidak, dahulu, kehidupan Nais dan keluarganya di Maungdaw, Myanmar sudah berkecukupan, bahkan mereka memiliki hewan ternak-yang menjadi standar orang kaya di Maungdaw.

Akan tetapi, awal September 2017 lalu, Nais dan keluarga beserta penduduk Rohingya di Maungdaw lainnya terpaksa harus keluar dari kampung mereka dan pergi menyelamatkan diri menuju Bangladesh.

Mereka melalui medan berat, dari mulai sungai hingga hutan belantara selama berbulan-bulan.

Kini, sudah 5 bulan Nais tinggal di kamp pengungsian, kehidupannya tak lagi sama. Tidak bisa keluar area kamp, tidak bisa sekolah, fasilitas kesehatan terbatas, sanitasi air yang tidak layak dan makanan yang serba seadanya.

Nais sangat senang mendapatkan bantuan berupa kornet Superqurban yang dibawa Tim Kemanusiaan Rumah Zakat.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa makan daging. Saya mau bagi-bagi juga untuk adik dan orang tua,” ujarnya polos.

Newsroom/ Ria Arianti
Bangladesh

Tags :
Konfirmasi Donasi