Apa Itu Over Sharing? Bahaya Terlalu Banyak Berbagi di Media Sosial

oleh | Feb 23, 2026 | Inspirasi

Apa itu over sharing? Istilah ini sering muncul di era media sosial. Over sharing adalah kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan kepada publik. Informasi tersebut bisa berupa masalah rumah tangga, kondisi keuangan, konflik pekerjaan, hingga curahan hati yang sangat detail.

Di satu sisi, media sosial memang menjadi tempat berbagi cerita. Namun, di sisi lain, terlalu terbuka juga bisa menimbulkan risiko. Karena itu, penting memahami batas antara berbagi dan membuka privasi secara berlebihan.

Baca juga : Bahaya Lisan Tak Terjaga, Pelajaran Berharga dari Islam

Pengertian Over Sharing

Secara sederhana, over sharing adalah tindakan membagikan hal yang terlalu pribadi tanpa mempertimbangkan dampaknya. Biasanya, seseorang melakukannya karena ingin didengar, mencari validasi, atau meluapkan emosi.

Namun, tidak semua hal layak dipublikasikan. Apalagi jika informasi tersebut menyangkut orang lain, keluarga, atau rekan kerja.

Selain itu, jejak digital sulit dihapus sepenuhnya. Sekali diunggah, konten bisa disimpan, dibagikan ulang, atau disalahgunakan pihak lain.

Bahaya Terlalu Banyak Berbagi di Media Sosial

Pertama, risiko keamanan. Data pribadi seperti alamat rumah, lokasi real-time, atau kondisi keuangan bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Kedua, dampak psikologis. Terlalu sering membuka masalah pribadi bisa membuat seseorang makin terjebak dalam emosi negatif. Selain itu, komentar warganet tidak selalu mendukung. Bahkan, bisa memperburuk keadaan.

Ketiga, dampak relasi. Curhat berlebihan tentang pasangan, keluarga, atau kantor dapat merusak hubungan. Apa yang awalnya hanya luapan emosi bisa berubah menjadi konflik nyata.

Keempat, citra profesional. Dunia kerja kini sering melihat rekam jejak digital. Konten yang terlalu personal atau emosional bisa memengaruhi reputasi jangka panjang.

Mengapa Orang Melakukan Over Sharing?

Ada beberapa alasan umum. Pertama, kebutuhan akan perhatian dan empati. Kedua, ingin merasa terhubung dengan orang lain. Ketiga, belum memiliki ruang aman untuk bercerita secara privat.

Namun demikian, media sosial bukanlah ruang terapi. Tidak semua audiens memiliki niat baik. Karena itu, perlu kebijaksanaan sebelum menekan tombol “unggah”.

Cara Menghindari Over Sharing

Pertama, tanyakan pada diri sendiri: apakah informasi ini aman jika dilihat semua orang? Jika ragu, sebaiknya tidak dipublikasikan.

Kedua, beri jeda sebelum mengunggah sesuatu yang emosional. Tunggu hingga pikiran lebih tenang. Dengan begitu, keputusan lebih rasional.

Ketiga, bedakan antara berbagi inspirasi dan membuka aib pribadi. Tidak semua cerita harus menjadi konsumsi publik.

Keempat, manfaatkan fitur privasi. Anda bisa membatasi audiens atau memilih berbagi dengan lingkaran terpercaya saja.

Baca juga : Yuk, Jaga Lisan! Ketahui Adab Berbicara dalam Islam

Kesimpulan

Over sharing adalah kebiasaan berbagi informasi pribadi secara berlebihan di media sosial. Meskipun terlihat sepele, dampaknya bisa serius bagi keamanan, kesehatan mental, dan hubungan sosial.

Karena itu, bijaklah dalam berbagi. Media sosial seharusnya menjadi sarana kebaikan dan inspirasi, bukan ruang untuk membuka seluruh sisi pribadi tanpa batas.

Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait