Menjelang akhir tahun, banyak orang mulai menutup catatan keuangan, mengevaluasi aset, dan merencanakan langkah ke depan. Di momen inilah, satu kewajiban penting sering terlewat jika tidak dipahami dengan baik: zakat akhir tahun.
Padahal, zakat bukan sekadar kewajiban tahunan, melainkan cara Islam membersihkan harta dan menjaga keseimbangan sosial. Pertanyaannya, zakat apa saja yang relevan di akhir tahun dan bagaimana aturannya?
Nah, di artikel kali ini, Rumah Zakat akan membahas zakat akhir tahun lebih lanjut, agar ditunaikan tepat waktu, tepat hitung, dan penuh keberkahan. Yuk, simak terus!
Jenis Zakat yang Relevan di Akhir Tahun
Sebelum menghitung nominal, penting memahami jenis zakat yang biasanya muncul saat evaluasi harta tahunan.
Setiap jenis zakat memiliki objek dan cara perhitungan yang berbeda.
- Zakat Mal (Harta Kekayaan)
Meliputi tabungan, emas, perak, deposito, atau simpanan lain yang tersimpan selama satu tahun penuh dan mencapai nisab. - Zakat Investasi & Saham
Dikenakan pada nilai bersih portofolio saham, reksadana, atau aset digital seperti crypto yang telah memenuhi syarat zakat. - Zakat Perdagangan
Dihitung dari total modal ditambah keuntungan usaha setelah dikurangi kewajiban, biasanya saat tutup buku tahunan.
Baca Juga: Akhir Tahun dan Budaya Hura-Hura: Bagaimana Islam Memandangnya?
Syarat Wajib Zakat Akhir Tahun
Tidak semua harta otomatis terkena zakat. Islam menetapkan syarat yang jelas agar zakat ditunaikan secara adil.
Syarat ini menjadi penanda kapan seseorang sudah berkewajiban menunaikan zakat.
- Milik Sempurna atau Pribadi
Harta berada di bawah kendali penuh, halal, dan tidak dalam sengketa. - Mencapai Nisab
Nilai harta setara dengan 85 gram emas murni berdasarkan harga pasar saat itu. - Mencapai Haul
Kepemilikan harta berlangsung minimal satu tahun hijriah (qamariyah). - Lebih dari Kebutuhan Pokok
Nafkah diri dan tanggungan selama satu tahun telah tercukupi.
Panduan Nisab dan Kadar Zakat
Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan nisab dan kadar zakat yang umum ditunaikan di akhir tahun.
| Jenis Zakat | Nisab (Batas Minimal) | Kadar Zakat | Waktu Penunaian |
|---|---|---|---|
| Tabungan & Emas | Senilai 85 gram emas | 2,5% | Setahun sekali |
| Perdagangan | Senilai 85 gram emas | 2,5% | Saat tutup buku |
| Pertanian | 653 kg gabah/padi | 5% / 10% | Setiap panen |
| Zakat Profesi | Senilai 522 kg gabah | 2,5% | Bulanan atau akhir tahun |
Perlu diingat, nisab emas mengikuti harga pasar saat zakat ditunaikan. Untuk presisi, gunakan kalkulator zakat dari lembaga amil resmi.
Rumus Sederhana Menghitung Zakat Mal
Setelah tahu jenis dan syaratnya, langkah berikutnya adalah menghitung zakat secara praktis.
Rumus dasarnya sederhana dan mudah diterapkan.
Zakat Mal = (Total Harta Bersih – Utang & Kebutuhan Pokok) × 2,5%
Contoh kasus:
Seseorang memiliki tabungan bersih Rp100.000.000 yang sudah mencapai haul dan nisab. Maka zakat yang wajib ditunaikan adalah:
Rp100.000.000 × 2,5% = Rp2.500.000.
Mudah, bukan? Dengan perhitungan ini, zakat dapat ditunaikan tanpa ragu.
Baca Juga: Sudah Cek Portofolio Investasimu? Yuk Tunaikan Zakat Saham di Akhir Tahun!
Keutamaan Menunaikan Zakat Tepat Waktu
Zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi ibadah yang membawa dampak spiritual dan sosial.
Menunda zakat justru mengurangi keberkahan harta itu sendiri.
Allah SWT berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)
Zakat yang ditunaikan tepat waktu membersihkan harta, menenangkan hati, melindungi dari musibah, dan menjadi sebab mengalirnya keberkahan dalam kehidupan.
Kesimpulan
Jadi, zakat akhir tahun mencakup zakat mal, investasi, dan perdagangan yang telah memenuhi nisab dan haul. Dengan memahami jenis, syarat, serta cara perhitungannya, zakat dapat ditunaikan dengan tenang dan penuh kesadaran.
Sebagai ikhtiar menutup tahun dengan kebaikan, menunaikan zakat melalui Rumah Zakat menjadi langkah nyata untuk membersihkan harta sekaligus menyalurkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.


