BANJIR BANDANG DI MUSIM KEMARAU TERJANG BANYUWANGI, 328 RUMAH RUSAK

BANYUWANGI. Hujan deras turun di lereng Gunung Raung di wilayah Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur sejak Kamis (21/06) pukul 21.00 WIB hingga Jumat (22/06)pagi.

Hujan menyebabkan longsor lereng disertai tumbangnya pohon-pohon di hutan lereng Gunung Raung. Material longsor dan kayu gelondongan menyumbat sungai dan aliran permukaan saat hujan terus berlangsung, akhirnya terjadi banjir bandang di sepanjang Sungai Badeng, Sungai Binau, dan Sungai Kumbo.

Banjir bandang menerjang tiga dusun yaitu Dusun Garit, Karang Asem, dan Bangunrejo di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur pada Jumat (22/06) pukul 08.40 WIB. Banjir juga menerjang permukiman di Kecamatan Sanggon.

Data sementara, sebanyak 328 unit rumah rusak dengan rincian 23 unit rumah rusak berat, 80 unit rumah rusak sedang dan 225 unit rumah rusak ringan. Diperkirakan jumlah kerusakan bertambah mengingat banjir bandang meninggalkan lumpur setinggi 1 meter menerjang permukiman.

BPBD setempat melaporkan banjir surut sekitar pukul 11.00 WIB. Posko tanggap darurat, dapur umum dan pos kesehatan sudah didirikan. Masyarakat yang dibantu berbagai pihak bergotong royong melakukan pembersihan lingkungan.

“Hingga kini terdapat 30 KK atau 150 jiwa untuk sementara diungsikan di pos penampungan yang berada di Balai desa Alasmalang Kec. Singojuruh,” jelas Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Rumah Zakat menurunkan relawan untuk membantu di lokasi banjir. “Relawan Rumah Zakat sudah berada di lokasi untuk koordinasi dengan berbagai pihak dan rencananya akan membangun dapur umur untuk kebutuhan warga dan tim evakuasi,” ungkap Andri Murdianto Crisis Center Rumah Zakat.

Logistik, air bersih dan penerangan di malam hari untuk membantu evakuasi sangat dibutuhkan untuk saat ini.

Newsroom
Yadi Mulyadi / Lailatul Istikhomah

Tags :
Konfirmasi Donasi