[:ID]BANK SAMPAH, SOLUSI DAN PEMBERDAYAAN DI DESA PEDALAMAN TAYAN HILIR[:en]TRASH BANK, THE NEW ENVIRONMENT SOLUTIONS AND EMPOWERMENT IN PEDALAMAN VILLAGE[:]

[:ID]

Jpeg

SANGGAU. Rabu (04/10), sampah merupakan masalah krusial yang belum terpecahkan secara maksimal, baik dalam skala lokal maupun global. Hal ini juga dialami oleh masyarakat Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Melihat permasalahan ini, PT Samudera Indonesia bekerja sama dengan Rumah Zakat mendirikan Bank Sampah. Bank sampah merupakan salah satu kegiatan dari program pemberdayaan masyarakat sebagai tanggung jawab sosial kepada masyarakat setempat yang dinamakan Kampung Lestari.

Satu kali setiap pekannya, masyarakat yang tergabung menjadi nasabah akan diberikan buku tabungan sebagai bukti telah menyetorkan sampah. Sampah yang diterima di Bank Sampah antara lain kardus, kaleng minuman, alumunium, botol plastik, dan buku.
Selain menabung sampah, nasabah juga mendapatkan pelatihan pengolahan sampah menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

Sekretaris Kecamatan Tayan Hilir, Ade Wawan Januardi menyebutkan mengatasi permasalahan sampah. “Sampah merupakan salah satu permasalahan bagi masyarakat. Tapi di sini, sampah tidak lagi menjadi permasalahan. Kalau kita katakana, dulu sampah itu sumber penyakit, tapi sekarang sampah itu menjadi sumber uang bagi warga Desa Pedalaman,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan yang dilakukan ibu-ibu di kampung Lestari Samudera Indonesia ini bisa dicontoh oleh yang lain, sehingga Tayan Hilir menjadi salah satu kecamatan yang bersih dari sampah ke depannya

Dirinya juga menambahkan, adanya program Bank Sampah di Kampung Lestari tentu menjadi solusi yang ideal, menukar sampah dengan rupiah adalah ide cemerlang, dan membangun kesadaran masyarakat dengan pendekatan yang humanis adalah keahlian Rumah Zakat.

Kepala Desa Pedalaman, Sunarto menjelaskan program Kampung Lestari juga melaksanakan kegiatan penghijauan, kerja bakti, senam gembira yang bekerja sama dengan pihak kecamatan, dan BKMT Tayan Hilir. kegiatan kebun gizi masyarakat berupa bercocok tanam baik dengan sistem hidroponik, maupun konvensional juga dilakukan.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen atas regulasi pemerintah dalam melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab sosial, PT Samudera Indonesia bersama dengan Rumah Zakat dapat menginisiasi perubahan sikap masyarakat Desa Pedalaman untuk peduli kepada lingkungan. Selain pencapaian dalam hal peningkatan tingkat kebersihan yang berdampak hadirnya kesehatan masyarakat, perekonomian masyarakat juga ikut terangkat.

Newsroom/Kuna
Sanggau

 [:en]

Wednesday (04/10), garbage is a crucial problem that has not been solved maximally, both on a local and global scale. It is also experienced by the people of Desa Pedalaman, Tayan Hilir District, Sanggau District, West Kalimantan.

Seeing this problem, PT Samudera Indonesia in cooperation with Rumah Zakat established Trash Bank. The Trash Bank is one of the activities in the community empowerment program as a social responsibility to the local community called Kampung Lestari.

Once every week, the people who joined into the customer will be given a savings book as proof of having deposited the garbage. Garbage received at Bank Trash include cardboard, beverage cans, aluminum, plastic bottles, and books. In addition to saving the waste, customers also get training processing waste into useful goods and economic value.

Tayan Hilir sub-district secretary, Ade Wawan Januardi mentioned that addressing the garbage problem. “Garbage is one of the problems for the community. But here, garbage is no longer a problem. If we say, once the garbage was the source of the disease, but now the waste becomes a source of money for the inland villagers, “he said.

He hopes the activities undertaken by mothers in the village of Lestari Samudera Indonesia can be emulated by others so that Tayan Hilir become one of the clean districts from the garbage to the front

He also added that the existence of the Trash Bank program in Kampung Lestari would be an ideal solution, exchange garbage with rupiah is a brilliant idea, and build public awareness with a humanist approach is the Zakat House expertise.

Head of Rural Village, Sunarto explained that Kampung Lestari program also conducts reforestation activities, consecration work, happy gymnastics in collaboration with the sub-district, and BKMT Tayan Hilir. community nutrition activities in the form of cultivation either with the hydroponic system, or conventional also done.

As a company committed to government regulation in carrying out its social obligations and responsibilities, PT Samudera Indonesia together with Rumah Zakat can initiate a change the community attitude in Pedalaman Village to care about the environment. In addition to the achievement in terms of increasing the level of cleanliness that impacts the presence of public health, the economy also participated lifted.

Newsroom / Kuna
Sanggau[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia