BANK SAMPAH

YOGYAKARTA. Sharing knowledge pengelolaan sampah sangat inspiratif. Untuk menambah semangat para kader dan pamong Dukuh Dhuku, Jambidan, Banguntapan, telah terlaksana kegiatan study banding ke Bank Sampah, Rabu (20/7). Bank Sampah ini dikomandoi oleh Bambang Suwerda, salah satu pengajar di jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekes Kemenkes, Yogyakarta. Berangkat dari keprihatinan kondisi lingkungan terutama sampah di desanya, dosen ini menggandeng relawan dari mahasiswa dan pemuda setempat untuk diberi pelatihan dan menggalakkan program pengelolaan sampah. Sejak 2008 hingga sekarang, bank sampah sudah mengalami replikasi sebanyak 150 di seluruh Indonesia.

Konsep (5M) Mengurangi, Memilah, Memanfaatkan, Mendaurulang dan Menabung sampah telah ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup sebagai konsep nasional pengelolaan sampah di Indonesia.Sharing knowledge berlangsung efektif. Meski waktunya singkat, peserta mendapat penjelasan konsep maupun teknis operasional Bank Sampah tersebut.

Dijelaskan pula dampak positifnya dengan adanya pengelolaan sampah ini masyarakat mulai dari balita hingga lansia belajar untuk hidup bersih dan sehat. Karena pengaruh sampah yang tidak dikelola terhadap kesehatan sangat buruk. Penyakit berbasis lingkungan mulai bermunculan dan dapat menjadi laten (mematikan) nantinya. Dampak positif lainnya adalah bagi perekonomian rumah tangga ataupun masyarakat umumnya. Peserta juga diajak untuk mengunjungi Green Style Distro Bank Sampah yang menjadi tempat produk-produk dari pengelolaan sampah dipasarkan.

Antusiasme peserta memunculkan harapan besar yaitu dapat mereplikasi konsep pengelolaan sampah ini di Dusun Dhuku sebagai desa binaan Pegadaian dan Rumah Zakat mewujudkan Dhuku yang bersih, sehat dan inspiring dari program pengelolaan sampah.***

Newsroom/Ratna Kusumaningsih
Yogyakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi