[:ID]BANTUAN SEKOLAH UNTUK JUJUN, ANAK TUNARUNGU INSPIRATIF[:en]SCHOOL AID FOR JUJUN, AN INSPIRING DEAF BOY[:]

[:ID]BANTUAN SEKOLAH UNTUK JUJUN, ANAK TUNARUNGU INSPIRATIFREPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG — RZ memberikan sepatu dan seperangkat alat menggambar untuk Jujun, penerima manfaat beasiswa anak asuh yang aktif dan berprestasi. Sekilas, terlihat tak ada kekurangan pada anak berusia 13 tahun ini. Namun, Jujun adalah seorang anak yang tidak bisa berbicara. Sejak usia 13 bulan, Jujun sudah terindikasi memiliki gangguan pendengaran yang mengakibatkan Ia menjadi tunawicara.

Menurut Dedeh, ibu dari Jujun, sebelumnya Jujun merupakan anak yang sangat emosional. Kerap kali ia mengamuk dan memukuli orang lain, karena menganggap membicarakannya.

“Bahkan gurunya di sekolah pun sering dipukul sama Jujun. Tapi, saya tidak pernah mengekang Jujun. Meski dia punya kekurangan saya ingin ia bisa berkembang seperti anak-anak lainnya,” ujar Dedeh, Senin (16/01).

Meski memiliki kekurangan, hal itu tidak membuat Jujun menyerah. Seperti anak lainnya, sepulang sekolah dari SLB (Sekolah Luar Biasa) Lingga Darma, Jujun selalu bermain sepak bola dengan teman-temannya. Tak hanya itu, di sekolahnya Jujun menjadi salah satu anak yang aktif. Bahkan, ia dipercaya untuk tampil sebagai lengser dalam upacara adat penyambutan bupati pada HUT Kec. Cibugel, Kab. Sumedang.

Menurut Dedeh, semangat Jujun dalam belajar pun tak kalah seperti anak-anak pada umumnya. Setiap hari Jujun selalu semangat pergi ke sekolah karena ia ingin belajar lebih banyak lagi.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/wakaf/17/01/17/ojw9di368-rumah-zakat-beri-bantuan-sekolah-untuk-anak-tunarungu[:en]

BANTUAN SEKOLAH UNTUK JUJUN, ANAK TUNARUNGU INSPIRATIFREPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG -RZ provides shoes and a set of drawing tools for Jujun, beneficiary of active and excel children scholarship. At first glance, it appears there is no shortage in 13 years old boy. However, Jujun is a boy who cannot speak. Since the age of 13 months, Jujun had been indicated to have a hearing loss that resulted he became mute.

According to Dedeh, mother of Jujun, previously Jujun is very emotional. he often throw a tantrum and hit other, because he thinks people talking about him.

“Even her teacher at school was often hit by Jujun. But, I never curb Jujun. Although he has flaws I wish he could develop like other children, “said Dedeh, Monday (16/01).

Despite his shortcomings, it does not make Jujun surrender. Like the other children, after school from Lingga Darma special schools, Jujun always play football with his friends. Not only that, in school Juju is an active child. In fact, he was trusted to perform in Lengser performance in the ceremonial reception on the anniversary of Cibugel district, Sumedang Regency.

According to Dedeh, Jujun spirit of learning was not lost as children in general. Every day Jujun always excited to go to school because he wants to learn more.

[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia